jatimnow.com-Kondisi Banjir Bengawan Jero Lamongan yang makin memprihatinkan mendapat perhatian serius dari Dewan Pendidikan Lamongan (DPL). Mereka menyuarakan pengalihan dana Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk penanganan banjir.
Anggoga Dewan Pendidikan Lamongan, M. Nur Ali Zulfikar memberi pertimbangan bahwa di tengah bencana banjir, ada keperluan yang lebih mendesak daripada penyaluran makanan dalam kondisi yang tidak sesuai.
Ali khawatir kualitas makanan yang disajikan di tengah banjir kurang baik, karena keterbatasan sarana dan prasarana di tengah banjir.
Baca juga: Banjir Makin Parah, Penyaluran MBG di Lamongan Gunakan Perahu
"Akan lebih baik jika dana tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan darurat, seperti pengadaan obat-obatan, pembersihan saluran air tersumbat, pemberian sembako di wilayah terdampak, serta kebutuhan lain yang mendesak, khususnya untuk anak-anak dan balita," katanya, Kamis (15/1/2026).
Baca juga: Unik! Pohon Pisang di Lamogan ini Berbuah 2 Meter
Dosen Universitas Muhammadiyah Lamongan itu mendorong Pemerintah Kabupaten Lamongan, untuk segera membuat usulan tersebut kepada pemerintah pusat.
Selain itu, Ali juga berharap Dinas Pendidikan Lamongan membuat kebijakan khusus terkait kegiatan proses belajar mengajar di wilayah terdampak banjir.
Baca juga: Siaga Banjir, Gubernur Khofifah Kunjungi Warga Terdampak di Lamongan
"Kami meminta Dinas Pendidikan Lamongan untuk membuat kebijakan yang fleksibel terkait kegiatan belajar mengajar di wilayah banjir. Seperti pembelajaran daring," pungkasnya.
Penyaluran program MBG di tengah banjir luapan Bengawan Jero Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)