jatimnow.com – Banjir yang telah berlangsung selama berbulan-bulan di wilayah Lamongan tak menyurutkan semangat belajar para siswa. Meski harus beradaptasi dengan keterbatasan, aktivitas belajar mengajar tetap berlangsung di SDN Somosari, Kecamatan Kalitengah, Lamongan.
Pantauan di lokasi menunjukkan, ruang-ruang kelas sekolah tersebut masih terendam banjir setinggi sekitar 40 sentimeter. Kondisi diperparah dengan lantai yang dipenuhi lumut, sehingga dinilai membahayakan keselamatan siswa. Akibatnya, pihak sekolah terpaksa memindahkan kegiatan belajar ke musala sekolah.
Untuk sementara, sekolah memprioritaskan pembelajaran tatap muka bagi siswa kelas lima dan enam yang akan menghadapi ujian. Sementara itu, siswa kelas satu hingga kelas empat menjalani pembelajaran secara daring dari rumah masing-masing.
Baca juga: Luapan Sungai Bengawan Solo Genangi Puluhan Rumah Warga Lamongan
Guru SDN Somosari, Masykur, mengatakan keputusan tersebut diambil demi keselamatan siswa sekaligus memastikan kesiapan menghadapi ujian.
Baca juga: Gempur Saloka Siap Antisipasi Banjir di Lamongan, Apa Itu?
“Kelas satu sampai kelas empat sementara belajar daring. Kelas lima dan enam tetap tatap muka di musala karena ruang kelas tidak memungkinkan, masih terendam banjir dan berlumut. Kami menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya, Selasa (27/1/2026).
Meski harus belajar di tempat seadanya, semangat para siswa tetap terjaga. Salah satunya dirasakan Auliyah, siswi SDN Somosari, yang mengaku sudah terbiasa dengan kondisi tersebut.
Baca juga: Tanggul Sungai Plalangan Jebol, Banjir Rendam Ratusan Rumah di Lamongan
“Sudah dua minggu sekolah terendam banjir. Sekarang belajar di musala, tapi tetap senang karena masih bisa sekolah,” ucapnya.
Hingga kini, guru dan siswa hanya bisa berharap banjir segera surut agar proses belajar mengajar kembali normal. Pihak sekolah juga berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah, terutama untuk rehabilitasi bangunan sekolah yang terdampak banjir.