jatimnow.com – Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, mengajak masyarakat senam bersama di Taman Ramah yang berada di kawasan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), Jumat (30/1/2026). Kegiatan ini berlangsung meriah dan diikuti antusias oleh warga.
Selain berolahraga, Mbak Vinanda sekaligus memperkenalkan keberadaan dan fungsi IPLT kepada masyarakat. IPLT memiliki peran penting dalam pengolahan limbah domestik agar lebih aman, ramah lingkungan, dan tidak mencemari lingkungan sekitar.
“Kegiatan ini merupakan wujud komitmen kami untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, bugar, dan produktif. Olahraga penting untuk menjaga kebugaran tubuh, kesehatan fisik, serta kesehatan mental. Selain itu, kita juga memperkenalkan Taman Ramah di kawasan IPLT,” ujarnya.
Baca juga: Pemkot Kediri Gelar Operasi Pasar Murni di 13 Titik Selama Ramadan, Harga Lebih Murah
Mbak Vinanda menjelaskan, selain sebagai tempat rekreasi, taman ini juga berfungsi sebagai wadah edukasi. Banyak masyarakat yang mungkin belum memahami IPLT. Dengan kolaborasi Dinas PUPR, kelurahan, dan kecamatan, anak-anak maupun warga dapat belajar mengenai pengolahan limbah dan pentingnya sanitasi.
“Fungsi IPLT ini sangat banyak. Selain pengolahan tinja, fasilitas ini juga mendukung sanitasi yang layak untuk mencegah berbagai penyakit. Penting bagi kita untuk mengenalkan manfaatnya,” tambahnya.
Baca juga: PKH Plus Tahap 1 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri
Wali Kota juga mengimbau masyarakat agar ikut menjaga Taman Ramah, mulai dari kebersihan, ketertiban, hingga keindahannya. Semua tanaman harus dirawat, pedagang yang berjualan harus memperhatikan kebersihan, dan sampah harus dibuang pada tempatnya.
"Kalau bisa sampah dipilah dan yang masih bernilai ekonomi dimanfaatkan. Tolong dijaga agar Taman Ramah tetap indah dan menjadi ikon baru di Kelurahan Campurejo,” tegasnya.
Kepala Dinas PUPR, Endang Kartikasari, menambahkan, Taman Ramah adalah salah satu fasilitas dari IPLT. IPLT dibangun pada 2024 dengan dana DAK Sanitasi, diikuti pembangunan jalan menuju IPLT pada 2025. Saat ini persiapan operasional IPLT sedang dilakukan, termasuk pelatihan bagi tenaga operasional bersama Balai Sanitasi.
Baca juga: Mbak Vinanda Sidak Sentra Takjil di Kediri, Pastikan Jajanan Aman dan Terawasi
“Insya Allah, bulan Maret IPLT sudah bisa dioperasionalkan. Saat ini belum terbentuk UPT, jadi tenaga yang ada baru 20 orang, termasuk supir truk tinja, security, dan tenaga kebersihan,” jelasnya.
Endang Kartikasari juga menyampaikan, Dinas PUPR sedang menyusun kajian UPT IPLT, perda air limbah, dan jadwal sedot lumpur tinja terstruktur. Dengan demikian, Pemkot Kediri akan menjadwalkan sedot lumpur tinja baik di instansi maupun rumah warga. Saat ini kapasitas IPLT mencapai 15 meter kubik per hari, sementara kebutuhan 30 meter kubik, namun hingga 2030 kapasitas ini diperkirakan masih mencukupi untuk melayani sekitar 50.000 KK.