jatimnow.com - Ekonomi Indonesia menutup tahun 2025 dengan capaian impresif lewat pertumbuhan 5,11 persen. Di tengah gairah domestik tersebut, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berhasil mencatatkan performa keuangan yang kokoh dengan raihan laba bersih Rp56,3 triliun.
Keberhasilan mencetak laba Bank Mandiri 2025 itu tidak lepas dari strategi perseroan yang mengalihkan kekuatan pada sektor riil dan digitalisasi secara masif.
Hingga akhir Desember 2025, total aset bank berlogo pita emas ini melonjak 16,6 persen secara tahunan menjadi Rp2.829,9 triliun. Lonjakan ini linear dengan penyaluran kredit yang menyentuh angka Rp1.895 triliun, atau tumbuh 13,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga: Kick-off 8 Januari, Jakarta Livin by Mandiri Siap Tancap Gas!
Berbeda dengan tren industri yang sempat melambat di sektor usaha kecil, Bank Mandiri justru memperlebar akses pembiayaan bagi 1,3 juta pelaku usaha. Kredit UMKM tercatat tumbuh 4,88 persen, membuktikan keberpihakan perseroan pada tulang punggung ekonomi nasional.
"Pertumbuhan yang merata ini adalah buah dari efektivitas ekosistem pembiayaan kami. Kami menyasar sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya," ujar Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, dalam paparan kinerja di Jakarta, Kamis (5/2).
Kepercayaan nasabah tercermin dari lonjakan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang kini menembus Rp2.105,8 triliun.
Menariknya, struktur pendanaan ini didominasi oleh dana murah (CASA) sebesar Rp1.431,4 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh penetrasi aplikasi Livin’ by Mandiri yang penggunanya meledak hingga 37,2 juta orang.
Baca juga: Livin Fest Surabaya Resmi Dibuka, Intip Keseruan dan Promonya!
Setiap harinya, sekitar 25 ribu pengguna baru bergabung ke dalam ekosistem digital Mandiri. Sementara di level korporasi, platform Kopra by Mandiri menjadi solusi utama pengelolaan arus kas bagi para pelaku usaha dan institusi secara real-time.
Bank Mandiri juga mengambil peran aktif dalam agenda prioritas nasional. Sepanjang 2025, perseroan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp41 triliun kepada 360 ribu debitur.
Tak hanya itu, Bank Mandiri turut mengawal implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pembiayaan kepada 147 mitra pelaksana.
Dukungan terhadap desa-desa di Indonesia juga diperkuat lewat pengelolaan rekening ribuan BUMDes serta Koperasi Desa Merah Putih guna menyokong target pembangunan 3 Juta Rumah.
Baca juga: Pengen Rumah? Mobil? Datang ke Livin' Fest 2025 Surabaya! Promo Gila-Gilaan!
Sebagai bagian dari ekosistem BUMN, sumbangsih Mandiri terhadap kas negara tetap stabil. Selain membayarkan pajak sekitar Rp27 triliun pada tahun 2025, bank ini juga telah menyetorkan dividen total sebesar Rp52,5 triliun sepanjang tahun lalu.
Dari sisi keberlanjutan, portofolio pembiayaan hijau (ESG) mencapai Rp316 triliun. Angka ini memposisikan Bank Mandiri sebagai pemimpin pasar pembiayaan hijau di Indonesia dengan pangsa pasar lebih dari 35 persen di kelas bank besar.
"Kami memposisikan prinsip keberlanjutan sebagai dasar bisnis agar setiap pertumbuhan yang diraih menciptakan nilai tambah bagi lingkungan dan ketahanan ekonomi nasional," tutup Riduan.