Distribusi Pupuk 2026 di Kediri Dipastikan Aman, Alokasi Naik Signifikan

Jumat, 06 Feb 2026 18:35 WIB
Reporter :
jatimnow.com
Pertanian di Kabupaten Kediri. (Istimewa)

jatimnow.com – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri memastikan distribusi pupuk bersubsidi tahun 2026 dalam kondisi aman. Alokasi pupuk tahun ini bahkan mengalami peningkatan signifikan.

Kepastian tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri, Sukadi, saat menghadiri tasyakuran swasembada pangan sekaligus penyerahan alat mesin pertanian (alsintan), Kamis (6/2/2026).

Menurut Sukadi, tambahan alokasi pupuk ini menjadi bagian dari program prioritas Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Selain itu, luasan lahan pertanian organik di Kabupaten Kediri juga akan diperluas.

Baca juga: Alokasi Pupuk Bersubsidi Bagi Pembudidaya Ikan di Gresik Tersedia Lagi Tahun Ini

“Terkait program prioritas daripada Mas Bup untuk pupuk tahun 2026 ini, ada tambahan pupuk 9.000 ton dibanding dengan tahun 2025. Untuk lahan pertanian organik yang sebelumnya 80 hektare, tahun ini insyaallah akan ada tambahan 67 hektare,” ujarnya.

Dispertabun Kabupaten Kediri mencatat, alokasi pupuk bersubsidi yang siap didistribusikan pada awal tahun 2026 meliputi pupuk Urea sebanyak 35.721.000 kilogram, NPK Ponska 45.629.000 kilogram, pupuk organik 5.858.000 kilogram, serta ZA 1.483.000 kilogram.

Pengawas Alsintan Dispertabun Kabupaten Kediri, Slamet, menambahkan bahwa dibandingkan alokasi awal tahun 2025, pupuk Urea mengalami penambahan 906.000 kilogram atau naik 2,6 persen. Sementara pupuk NPK Ponska bertambah 7.002.000 kilogram atau meningkat 18,12 persen. Kenaikan paling signifikan terjadi pada pupuk organik yang bertambah 2.780.000 kilogram atau naik 90,3 persen.

Baca juga: Serapan Pupuk Subsidi di Trenggalek Capai 61 Persen

Sebagai perbandingan, alokasi pupuk di awal tahun 2025 tercatat pupuk Urea sebesar 34.815.000 kilogram, NPK Ponska 38.627.000 kilogram, pupuk organik 3.078.000 kilogram, sedangkan pupuk ZA belum mendapatkan alokasi.

\

Slamet menjelaskan, berdasarkan hasil rapat antara Dispertabun Kabupaten Kediri dengan distributor, pendistribusian pupuk secara bertahap telah dilakukan sejak awal 2026 melalui kios-kios resmi di seluruh wilayah Kabupaten Kediri.

“Untuk data serapan Januari 2026 sebenarnya sudah ada, namun secara global masih dalam proses penyusunan. Kami menunggu data lengkap di awal Februari. Jika di perjalanan nanti terjadi kekurangan pupuk, Dispertabun akan mengajukan usulan tambahan alokasi ke provinsi maupun pusat,” jelasnya.

Baca juga: Mas Dhito Lindungi Petani dari Praktik Nakal Penjualan Pupuk Subsidi

Untuk menjamin ketersediaan pupuk bagi petani, Dispertabun Kabupaten Kediri terus bersinergi dengan Pupuk Indonesia selaku produsen, pelaku usaha distribusi (PUD), Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS), serta para penyuluh pertanian.

Saat ini, Kabupaten Kediri memiliki 1.352 kelompok tani (poktan) yang mengelola lahan pertanian dan mengusulkan kebutuhan pupuk bersubsidi.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Kediri

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler