jatimnow.com - Dunia bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) seringkali terasa penuh dengan konsep yang sulit diraba. Memahami sejarah atau perubahan zaman bukan perkara mudah jika hanya duduk di dalam kelas.
Menyadari hal ini, SD Cikal Lebak Bulus konsisten membawa siswa inklusi mereka keluar ruangan untuk bersentuhan langsung dengan realita melalui metode experiential learning.
Langkah itu bukan sekadar agenda wisata sekolah. Bagi siswa dengan hambatan belajar, spektrum autisme (ASD), hingga ADHD, kunjungan lapangan atau field trip menjadi jembatan untuk memahami konsep-konsep abstrak yang selama ini hanya ada di buku teks.
Baca juga: Siswa SMA Cikal Surabaya Ubah Tren Brain-Rot Jadi Alat Belajar Anak Inklusi
Winda Greatta, Homeroom Pendidikan Inklusi di SD Cikal Lebak Bulus, menjelaskan bahwa pengalaman sensorik sangat menentukan tumbuh kembang logika anak. Ia mencontohkan saat siswa berkunjung ke Museum Betawi untuk mempelajari lini masa.
"Anak-anak melihat langsung perbandingan cara memasak tradisional hingga modern. Di sana mereka tidak cuma belajar sejarah, tapi melatih logika berpikir dan bagaimana cara manusia beradaptasi dengan perubahan," ujar Winda.
Sebagai sekolah inklusi, Cikal memodifikasi kurikulum agar relevan dengan kebutuhan hidup siswa di masa depan. Fokusnya bergeser dari sekadar menghafal data menjadi kemampuan bertahan hidup (thriving for life).
Baca juga: Bukan Cuma Orang Tua, Saudara Sekandung Jadi Kunci Tumbuh Kembang ABK
Melalui pengalaman langsung, siswa ABK diasah untuk lebih peka terhadap teknologi dan perubahan di lingkungan sekitar.
Winda menilai, interaksi dengan dunia luar secara terkontrol membantu anak-anak ini membangun rasa percaya diri. Tujuan akhirnya adalah agar mereka mampu mengadvokasi diri sendiri saat sudah terjun ke masyarakat.
“Kami ingin melihat anak-anak ini siap menghadapi dunianya setelah lulus. Mereka harus paham bahwa keunikan yang dimiliki bukanlah hambatan, melainkan identitas berharga,” tambahnya.
Baca juga: Siswa Berkebutuhan Khusus di Tulungagung Belum Dapat Makan Bergizi Gratis
Dedikasi para pendidik di SD Cikal Lebak Bulus ini diarahkan agar setiap siswa inklusi tidak hanya mampu bertahan hidup (survive), tetapi benar-benar berkembang (thrive) dengan cara mereka yang istimewa.
Dengan membekali mereka lewat keterampilan praktis dan wawasan luas, sekolah berharap siswa ABK bisa berkarya dan diterima seutuhnya di tengah masyarakat.