jatimnow.com - Risiko penipuan digital (scam) membayangi masyarakat Jawa Timur yang tengah bersiap menyambut Idul Fitri.
Berdasarkan data terbaru, wilayah ini menempati urutan ketiga nasional dengan total 60.533 laporan kasus penipuan daring.
Tren kejahatan siber ini biasanya melonjak tajam saat aktivitas ekonomi warga meningkat, mulai dari urusan belanja Lebaran hingga distribusi uang tunjangan hari raya (THR).
Baca juga: Gandeng Indosat, Liga Tendang Bola 2026 Jadi Wadah Digital Futsal Pelajar Jatim
Menyikapi ancaman tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melalui jenama IM3 memperluas jangkauan fitur SATSPAM+ (Satuan Anti Spam dan Scam) di wilayah Surabaya dan sekitarnya.
Inovasi ini diklaim sebagai teknologi pertama di Indonesia yang mampu mendeteksi serta memblokir upaya penipuan melalui panggilan WhatsApp secara langsung (real-time).
EVP Head of Circle Java IOH, Fahd Yudhanegoro, mengungkapkan bahwa adopsi fitur keamanan digital ini tumbuh pesat di Jawa Timur sejak diperkenalkan tahun lalu.
Menurutnya, perlindungan ini sangat mendesak mengingat komunikasi dan transaksi finansial di bulan suci cenderung sangat padat.
"Kami ingin memastikan setiap tetes keringat para pekerja, mulai dari pengemudi ojek daring hingga pelaku UMKM, tidak hilang begitu saja karena ulah penipu digital," kata Fahd saat ditemui di Surabaya, Senin (23/2/2026).
Ia menambahkan bahwa layanan ini menjadi bagian dari langkah besar perusahaan bertransformasi menjadi penyedia layanan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang melindungi semua lapisan masyarakat.
Baca juga: Trafik Data Indosat Tumbuh 20 Persen Saat Nataru
Secara teknis, SATSPAM+ bekerja di balik layar menggunakan infrastruktur jaringan AIvolusi5G. Jaringan ini sudah menjangkau 32 kecamatan di Surabaya dan Sidoarjo Utara dengan dukungan sekitar 600 BTS 5G yang telah terintegrasi teknologi AI.
Integrasi ini memastikan koneksi tetap stabil meskipun terjadi lonjakan trafik di titik keramaian seperti pusat perbelanjaan dan simpul transportasi mudik.
Langkah IM3 ini relevan dengan temuan survei APJII yang menyebutkan bahwa fitur pengamanan dari penipuan daring kini menjadi prioritas utama pengguna internet lintas generasi.
Baca juga: Indosat Bekali UMKM Pasuruan Strategi Konten Viral dan Optimasi Produk
Apalagi, mayoritas serangan penipuan sepanjang Ramadan tahun-tahun sebelumnya didominasi melalui platform WhatsApp (89%) dan telepon seluler (64%).
Guna memudahkan akses, proteksi ini sudah disisipkan langsung ke dalam berbagai paket internet Ramadan.
Pelanggan dapat memilih opsi kuota besar mulai dari 150GB hingga 300GB, atau paket harian yang lebih terjangkau mulai dari Rp20.000.
Bagi pengguna layanan pascabayar IM3 Platinum, fitur ini juga otomatis aktif lengkap dengan tambahan kuota ekstra dan akses bebas roaming untuk wilayah Singapura serta Malaysia