ITS Geber Inovasi Bensin Sawit hingga PLTS Apung

Selasa, 07 Apr 2026 07:43 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Inovasi energi terbarukan ITS melalui Renewable Energy Integration Demonstrator of Indonesia (REIDI) dan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) apung nearshore Solar2Wave. (Foto: Humas ITS for jatimnow.com)

jatimnnow.com - Menipisnya cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional akibat gejolak global memacu Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk melahirkan solusi ekstrem.

Kampus teknologi ini tidak lagi sekadar berteori, melainkan langsung menerjunkan berbagai inovasi energi hijau untuk memangkas ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS, Fadlilatul Taufany, menegaskan bahwa ketahanan energi Indonesia sangat bergantung pada kemampuan mengolah potensi lokal.

Baca juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Kakarobot, Robot Edukasi Tanpa Gawai untuk Anak 3T

Menurutnya, transisi menuju Energi Baru Terbarukan (EBT) adalah harga mati yang harus segera dieksekusi.

"Ketahanan energi kita harus berdiri di atas teknologi berbasis potensi domestik. Kita tidak bisa terus-menerus bersandar pada cadangan fosil yang kian terbatas," ujar Taufany.

Salah satu terobosan yang paling mencolok adalah pengembangan Benwit (Bensin Sawit). Inovasi ini mengubah crude palm oil (CPO) menjadi biogasolin melalui proses konversi teknologi tinggi.

Benwit menjadi jawaban konkret atas melimpahnya stok kelapa sawit dalam negeri yang selama ini lebih banyak diekspor mentah.

Selain bahan bakar nabati, ITS juga mengoperasikan Renewable Energy Integration Demonstrator of Indonesia (REIDI).

Fasilitas ini merupakan laboratorium energi terbarukan terintegrasi terbesar di tanah air yang menggabungkan panel surya (photovoltaic), biomassa, hingga teknologi hidrogen dalam satu ekosistem.

Baca juga: ITS Gelar Bedah Film Pesta Babi di Tengah Polemik Nasional

"REIDI kami rancang sebagai jembatan antara riset laboratorium dengan kebutuhan nyata industri. Di sini, inovasi diuji dalam skala riil agar dampaknya langsung terasa oleh masyarakat," tambahnya.

\

Ekspansi inovasi ITS juga menyasar wilayah pesisir melalui proyek Solar2Wave. Teknologi ini merupakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) apung nearshore pertama di Indonesia.

Proyek tersebut memberikan akses energi bersih bagi warga pesisir yang selama ini sulit dijangkau jaringan listrik konvensional.

Di sektor transportasi, ITS melalui Science Techno Park (STP) Otomotif bergerak aktif mempercepat ekosistem kendaraan listrik.

Sejak 2022, bengkel konversi ITS telah menyulap berbagai jenis motor bensin—mulai dari skutik hingga motor sport—menjadi kendaraan listrik berbasis baterai.

Baca juga: ITS Resmikan Wall Climbing, Dorong Jatim Jadi Lumbung Atlet Panjat Tebing

Taufany menggarisbawahi bahwa kecanggihan riset tidak akan berarti tanpa dukungan kebijakan yang berpihak pada implementasi.

Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku industri menjadi kunci utama agar teknologi seperti hydrogen fuel cell dan bioetanol bisa diproduksi secara massal.

Langkah masif ITS ini menjadi kontribusi nyata terhadap target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam menyediakan energi bersih yang terjangkau sekaligus menekan laju perubahan iklim.

Dengan rentetan inovasi ini, Jawa Timur diharapkan menjadi motor penggerak kemandirian energi nasional di masa depan.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler