Pixel Code jatimnow.com

ITS Lepas 25 Tim Ekspedisi Patriot untuk Perkuat Kawasan Transmigrasi

Editor : Tim Jatimnow   Reporter : Ali Masduki
Sebanyak 125 peserta dan 25 ketua tim TEP ITS yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Patriot 2025 siap diberangkatkan ke 8 kawasan transmigrasi di Indonesia. (Foto: Humas ITS for jatimnow.com)
Sebanyak 125 peserta dan 25 ketua tim TEP ITS yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Patriot 2025 siap diberangkatkan ke 8 kawasan transmigrasi di Indonesia. (Foto: Humas ITS for jatimnow.com)

jatimnow.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mengirimkan puluhan mahasiswa dan dosen ke berbagai kawasan transmigrasi di Indonesia. Sebanyak 25 Tim Ekspedisi Patriot (TEP) diterjunkan untuk mendampingi masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna dan program pemberdayaan yang mendukung pembangunan kawasan transmigrasi.

Pelepasan tim berlangsung di Galeri Riset Inovasi Teknologi, Gedung Research Center ITS, Kamis (23/7), sebagai bagian dari pelaksanaan tahun kedua Program Ekspedisi Patriot yang digagas Kementerian Transmigrasi bersama perguruan tinggi.

Tahun ini, ITS mengirimkan 125 mahasiswa yang tergabung dalam 25 tim. Kampus di Surabaya itu mendapat mandat untuk menangani delapan kawasan prioritas dari total 84 kawasan transmigrasi yang menjadi sasaran program secara nasional.

Koordinator Tim Ekspedisi Patriot ITS, Prof. Aulia Siti Aisjah, mengatakan sebagian besar penugasan difokuskan di kawasan timur Indonesia.

"Sebanyak 20 tim akan diterjunkan ke Papua Barat, tiga tim ke Nusa Tenggara Timur, satu tim ke Selaparang, Nusa Tenggara Barat, dan satu tim ke Barelang, Kepulauan Riau," ujarnya.

Melalui program tersebut, ITS bersama Kementerian Transmigrasi berupaya mempercepat pengembangan kawasan ekonomi transmigrasi yang produktif, mandiri, inklusif, dan berkelanjutan. Perguruan tinggi didorong berkontribusi melalui riset, inovasi teknologi, kajian, hingga pendampingan masyarakat sesuai kebutuhan di lapangan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, Sarana, dan Prasarana ITS, Machsus, menegaskan pengabdian masyarakat menjadi bentuk patriotisme yang relevan di era modern.

Baca juga:
Kementan Borong Alsintan dan Benih Jagung Inovasi ITS Senilai Rp10 Miliar

Menurutnya, semangat itu diwujudkan melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kepedulian sosial yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia mengingatkan peserta agar menjunjung nilai ITS Tangguh, Berdampak, dan Mendunia selama menjalankan penugasan. Ketangguhan, kata dia, harus tercermin dalam sikap pantang menyerah saat menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Selain itu, peserta juga didorong meneladani semangat Ki Hajar Dewantara dalam menghadirkan manfaat ilmu bagi masyarakat serta memiliki wawasan global dan integritas seperti BJ Habibie.

"Jangan hanya menjalankan program kerja atau mengejar publikasi akademik. Dengarkan kebutuhan masyarakat, pahami persoalan yang mereka hadapi, lalu hadirkan solusi yang benar-benar bermanfaat. Di situlah nilai seorang patriot masa kini," kata Machsus.

Baca juga:
Profesor ITS Kembangkan Bakteri untuk Pulihkan Lingkungan Tercemar

Sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi, ITS memfokuskan kontribusi tim pada pengembangan kawasan transmigrasi melalui inovasi yang dapat diterapkan secara langsung.

Pendampingan akan mencakup berbagai sektor, mulai dari penyelesaian persoalan infrastruktur dasar, peningkatan konektivitas, tata kelola dan reformasi agraria, hingga penguatan ketahanan pangan serta pengembangan ekonomi produktif.

ITS menilai keterlibatan dalam Program Ekspedisi Patriot juga menjadi bagian dari komitmen kampus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan ke-11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan serta tujuan ke-17 mengenai kemitraan untuk mencapai pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.