Awali Buka Giling, PG Modjopanggung Tulungagung Gelar Manten Tebu

Sabtu, 09 Mei 2026 10:15 WIB
Reporter :
jatimnow.com
Prosesi manten tebu di PG Modjopanggung Tulungagung. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Mengawali buka giling, PG Modjopanggung Tulungagung menggelar tradisi adat manten tebu. Tradisi ini sudah digelar sejak era kolonial Belanda dan kini menjadi warisan leluhur untuk menandai prosesi buka giling.

Tradisi manten tebu, ini diwujudkan dengan sepasang boneka pengantin jawa. Dimana proses pembuatan boneka manten tersebut, memerlukan ritual khusus yang dilakukan secara turun-temurun. Pembuat boneka manten, harus melakukan puasa selama empat hari sebelum merangkai boneka, dan pada saat membuat dia tidak boleh tidur hingga boneka selesai dibuat.

Sepasang boneka ini diarak menuju lokasi penggilingan tebu. Prosesi arak-arakan dimulai dari luar pabrik menuju tempat tinggal GM PG Mojopanggung. Setelah itu arak-arakan yang diiringai dengan kembar mayang, ragam sesaji dan tebu yang sudah dihias dibawa menuju ke lokasi penggilingan tebu. Boneka bersama aneka sesaji dan tebu lalu dimasukkan ke mesin giling.

Baca juga: Power Metal dan Marjinal Bakal Guncang Tulungagung Distorsi 2026

GM PG Mojopanggung, Sugiyanto mengatakan tradisi ini sudah digelar sejak zaman dulu sebagai tanda pembuka musim giling. Tradisi tersebut memiliki makna filosofis kekeluargaan dan simbol harapan hasil produksi tahun ini membawa berkah untuk petani dan keluarga PG Mojopanggung.

"Tradisi ini memiliki makna kekeluargaan, simbol bersatunya antara petani tebu dan pabrik, layaknya manten pada umumnya melibatkan banyak pihak dalam prosesnya," ujarnya, Sabtu (9/5/2025).

Baca juga: Puluhan Anak Yatim Doakan Indonesia dalam Istighfaroh Taman Zakat

Tahun ini PG Mojopanggung ditargetkan menggiling 44.123 ribu ton tebu dengan target rendemen mencapai 7,21 persen. Dari jumlah tersebut mereka mentargetkan produksi gula mencapai 33.705 ton dengan lama giling 161 hari. Melihat fenomena cuaca yang terjadi saat ini, mereka optimis dapat memenuhi target tersebut.

\

"Kami ingin mengembalikan PG Modjopanggung seperti tahun 2024 lalu dimana menjadi nomor satu di Indonesia," tuturnya.

Baca juga: Sejumlah Sekolah di Tulungagung Minim Pendaftar Saat SPMB Gelombang Pertama

Faktor cuaca diakui Sugiyanto sangat berpengaruh terhadap hasil produksi gula di pabrik ini. Tingginya curah hujan tahun lalu membuat hasil produksi gula tidak maksimal. Dari target sekitar 33 ribu ton mereka mampu memenuhi 90 persen. Tahun 2025 disebut sebagai tahun terberat untuk pabrik gula.

"Tahun lalu menjadi pembelajaran besar bagi kami dan tahun ini kami optimis bisa memenuhi target," pungkasnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Tulungagung

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler