Tujuh Mahasiswa UNUSA Lulus Program INTENSE Taiwan

Sabtu, 06 Jun 2026 12:28 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Tujuh mahasiswa Program Studi Sistem Informasi UNUSA berfoto bersama Rektor UNUSA Prof. Tri Yogi Yuwono, dan jajaran pimpinan kampus usai mengikuti prosesi wisuda Program INTENSE 2026 di St. John's University, Taiwan. (Foto: Unusa for jatimnow.com)

jatimnow.com - Tujuh mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) berhasil menyelesaikan International Industrial Talents Education Special Program (INTENSE) di St. John's University, Taiwan.

Pencapaian tersebut semakin istimewa setelah Rektor UNUSA, Profesor Tri Yogi Yuwono, dipercaya menyampaikan commencement address pada prosesi wisuda yang berlangsung pada 6 Juni 2026.

Kepercayaan tersebut diberikan oleh St. John's University kepada Prof. Tri Yogi untuk mewakili perguruan tinggi mitra internasional yang hadir dalam wisuda tahun ini. Kampus di Taiwan itu diketahui menjalin kerja sama dengan berbagai universitas dari sejumlah negara.

Baca juga: Pramuka Jatim Dapat Jalur Khusus Masuk Fakultas Kedokteran Unusa

Program INTENSE merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan Taiwan yang dirancang untuk mencetak talenta internasional melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri.

Peserta memperoleh pengalaman belajar dalam lingkungan akademik global sekaligus mendapatkan pemahaman mengenai perkembangan teknologi dan dunia industri di Taiwan.

Dalam pidatonya, Prof. Tri Yogi menilai pendidikan tinggi saat ini telah melampaui batas geografis. Menurutnya, tantangan global menuntut generasi muda memiliki wawasan internasional, kemampuan beradaptasi, serta kepedulian terhadap masyarakat.

“Kolaborasi antara UNUSA dan St. John's University menjadi contoh bagaimana kemitraan lintas negara dapat mempersiapkan lulusan yang siap menghadapi masa depan,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada tujuh mahasiswa UNUSA yang berhasil menuntaskan program tersebut.

Baca juga: Unusa Gandeng KCGI Jepang Garap Sistem Kuliah Berbasis AI

“Mereka meninggalkan Indonesia, beradaptasi dengan budaya baru, menghadapi tantangan akademik yang berbeda, dan berhasil melewati seluruh proses dengan baik. Mereka membawa nilai profesionalisme dan akhlak mulia yang menjadi karakter UNUSA, lalu memadukannya dengan inovasi dan teknologi yang dipelajari di St. John's University,” kata Tri Yogi.

\

Menurutnya, perkembangan kecerdasan buatan, teknologi digital, dan berbagai inovasi baru membuat lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya menguasai keterampilan teknis. Integritas, empati, serta tanggung jawab sosial juga dibutuhkan agar mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.

Bagi para peserta, program internasional tersebut menjadi sarana untuk memperkuat kompetensi akademik dan profesional. Selain itu, mereka memperoleh pengalaman berinteraksi dalam lingkungan multikultural serta meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya.

Tujuh mahasiswa Sistem Informasi UNUSA yang menyelesaikan Program INTENSE terdiri atas Muchsin Maulana, Birrul Walidain Al Musthofa, Muhammad Halili, M. Wava Ferdiansyah Putra, Achmad Bagus Ilham Syah, Muhammad Nizar Affandi, dan Awwalinnisa Fauji.

Baca juga: Lulus dari Unusa Surabaya, Suster Yustina Bawa Cerita Toleransi

Mereka berasal dari beragam latar belakang pembiayaan pendidikan, mulai dari penerima KIP Kuliah, Beasiswa Unggulan, Beasiswa BAZNAS, hingga jalur mandiri. Keberagaman tersebut menunjukkan bahwa kesempatan memperoleh pengalaman internasional terbuka bagi seluruh mahasiswa.

Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari langkah UNUSA memperluas kerja sama global sekaligus membuka lebih banyak akses pembelajaran internasional.

Kampus tersebut terus mengembangkan berbagai program luar negeri untuk mempersiapkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan memiliki daya saing di tingkat internasional.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler