Memilih Nutrisi Anak? Orang Tua Perlu Cek Komposisi Kemasan

Senin, 06 Jul 2026 10:40 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Dokter anak mengimbau orang tua membaca komposisi dan nilai gizi sebelum memilih produk nutrisi anak. (Foto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Orang tua disarankan tidak hanya melihat informasi nilai gizi atau klaim yang tercantum di bagian depan kemasan saat memilih produk nutrisi anak.

Membaca daftar komposisi dinilai menjadi langkah penting untuk memahami bahan utama, sumber bahan, hingga proses pengolahan produk yang akan dikonsumsi anak.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang–Pediatri Sosial, Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), mengatakan kualitas nutrisi pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan berperan besar terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan pembentukan sistem imun.

Baca juga: AceKid Masuk Indonesia, Usung Susu Formula dari Susu Segar

Menurutnya, kebutuhan anak pada periode tersebut bukan sekadar terpenuhi dari sisi jumlah, melainkan juga keseimbangan berbagai zat gizi seperti energi, protein, lemak esensial, zat besi, zinc, vitamin, dan mineral.

Seluruhnya perlu didukung stimulasi yang sesuai agar tumbuh kembang berlangsung optimal.

Karena itu, orang tua perlu membiasakan diri membaca daftar komposisi sebelum membeli produk nutrisi.

"Klaim dan kandungan tambahan yang ditampilkan pada kemasan sering kali hanya menggambarkan sebagian kecil dari keseluruhan produk. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak hanya berfokus pada informasi yang ada di bagian depan kemasan, tetapi juga membaca dengan cermat dan memahami komposisi utama produk tersebut," kata Prof. Rini.

Ia menjelaskan, urutan bahan dalam daftar komposisi dapat memberikan gambaran mengenai kandungan yang paling dominan dalam suatu produk.

Pada produk berbasis susu, misalnya, orang tua dapat melihat apakah susu menjadi bahan utama serta bagaimana bahan tersebut dicantumkan.

Selain urutan bahan, sumber susu dan proses pengolahannya juga patut diperhatikan. Jika susu segar tercantum sebagai bahan utama, produk tersebut menggunakan susu sapi segar sebagai dasar formulasi yang diproses menjadi produk akhir.

Sebaliknya, bila komposisinya mencantumkan susu bubuk, susu rekonstitusi, atau susu rekombinasi, proses pembuatannya berbeda karena melibatkan pencampuran kembali susu bubuk dengan air dan bahan lain sebelum melalui tahapan produksi lanjutan.

Baca juga: Orang Tua Perlu Cermati Proses Produksi Susu Formula Anak

Prof. Rini menjelaskan, sejumlah komponen alami dalam susu, seperti protein bioaktif, vitamin, dan enzim tertentu, bersifat sensitif terhadap paparan panas tinggi maupun proses pengolahan berulang.

\

Karena itu, transparansi mengenai bahan baku dan proses produksi menjadi informasi yang layak dipertimbangkan saat memilih produk.

Selain bahan utama, orang tua juga dianjurkan mengenali berbagai istilah gula tambahan dalam daftar komposisi, seperti sukrosa, glukosa, fruktosa, sirup jagung, maupun maltodekstrin. Kandungan tersebut berbeda dengan laktosa yang merupakan gula alami pada susu.

Meski demikian, orang tua tetap perlu memperhatikan jenis gula yang digunakan, letaknya dalam daftar komposisi, serta frekuensi konsumsi produk oleh anak.

Informasi nilai gizi juga tetap memiliki peran penting. Tabel tersebut memuat kandungan energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral dalam setiap sajian.

Namun, menurut Prof. Rini, informasi nilai gizi sebaiknya dibaca bersamaan dengan daftar komposisi agar memberikan gambaran utuh mengenai kualitas produk.

Ia juga mengingatkan agar paparan gula tambahan pada anak usia dini dikendalikan. Konsumsi gula berlebih tidak hanya berkaitan dengan risiko kelebihan berat badan dan obesitas, tetapi juga dapat membentuk preferensi anak terhadap makanan dan minuman manis sehingga lebih sulit menerima makanan alami seperti sayur dan buah.

"Nutrisi terbaik bagi anak tetap perlu dibangun melalui variasi makanan, pola makan seimbang, dan lingkungan makan yang tepat," ujarnya.

Prof. Rini menambahkan, ASI tetap menjadi sumber nutrisi terbaik bagi bayi, terutama pada awal kehidupan.

Penggunaan produk nutrisi perlu disesuaikan dengan usia, kebutuhan anak, serta dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan bila diperlukan agar pemenuhan gizi berlangsung aman dan sesuai tahapan tumbuh kembang.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler