MPLS Berbeda, Siswa SMAN 1 Mantup Lamongan Teliti Mikroplastik di Sekolah

Jumat, 17 Jul 2026 12:12 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Siswa SMAN 1 Mantup Lamongan meneliti keberadaan mikroplastik di lingkungan sekolah ketika mengikuti MPLS. (Foto: Ecoton for jatimnow.com)

jatimnow.com - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 1 Mantup, Lamongan, berlangsung tak biasa. Sebanyak 280 siswa kelas X diajak meneliti keberadaan mikroplastik di lingkungan sekolah dan hasilnya menunjukkan partikel tersebut ditemukan di udara, daun, hingga permukaan kulit.

Penelitian sederhana dalam program ECOTON Microplastic Journey dilakukan pada Kamis (16/7). Para siswa mengambil sampel udara di ruang kelas dan aula, daun di sekitar sekolah, serta permukaan kulit untuk melihat seberapa dekat paparan mikroplastik dengan kehidupan sehari-hari.

Hasil pengamatan menemukan partikel mikroplastik di seluruh media yang diperiksa. Pada sampel udara di dalam kelas yang diambil selama 10 menit ditemukan satu partikel berbentuk fiber dan tiga fragmen. Sementara di aula ditemukan enam fiber dan dua fragmen dalam durasi pengambilan yang sama.

Baca juga: 600 Siswa SDIT El Haq Ikuti Microplastic Journey, Perkuat Sekolah Bebas Plastik

Pengujian pada daun menemukan satu fragmen dan satu fiber, sedangkan pada permukaan kulit ditemukan sembilan partikel berbentuk fiber.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa mikroplastik tidak hanya mencemari sungai dan laut, tetapi juga berada di udara yang dihirup manusia setiap hari serta dapat menempel pada tubuh.

Kondisi itu memperkuat pentingnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan menghentikan kebiasaan membakar sampah plastik yang menjadi salah satu sumber partikel mikroplastik di udara.

Kepala SMAN 1 Mantup, Mukrim, mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan Program Sekolah Kreatif dan Inovatif yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sekolah juga terus berupaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, salah satunya dengan menyediakan wadah guna ulang di sejumlah kantin.

Baca juga: Ecoton Edukasi Santri Jember soal Deforestasi, Mikroplastik, dan Zero Waste

"Kegiatan ECOTON Microplastic Journey memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada siswa. Mereka tidak hanya menerima teori, tetapi juga membuktikan sendiri bahwa mikroplastik ada di sekitar mereka. Harapannya, kepedulian terhadap lingkungan tumbuh sejak hari pertama mereka masuk sekolah," katanya.

\

Antusiasme terlihat dari para peserta. Mauriz, siswi kelas X, mengaku baru pertama kali mengikuti praktik penelitian seperti itu.

"Aku senang banget ikut kegiatan ini karena di sekolahku sebelumnya belum pernah ada praktik seperti ini. Sekarang aku jadi tahu tentang mikroplastik," ujarnya.

Pengalaman serupa dirasakan Fiyah. Ia mengaku baru mengetahui bahwa asap pembakaran sampah plastik dapat menjadi sumber mikroplastik di udara.

Baca juga: Kali Tebu Surabaya Tercemar, Aktivis Peringatkan Mikroplastik Racuni Ikan

"Sampah di rumah saya biasanya dibakar di pekarangan. Setelah ikut penelitian ini saya baru tahu pembakaran sampah plastik bisa menghasilkan mikroplastik yang setiap hari kita hirup. Pulang sekolah nanti saya mau bilang ke orang tua supaya tidak membakar sampah lagi karena berbahaya," tuturnya.

Melalui ECOTON Microplastic Journey, para siswa diharapkan mulai menerapkan kebiasaan yang lebih ramah lingkungan, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa tumbler, memakai wadah makan yang dapat digunakan berulang kali, memilah sampah, serta tidak lagi membakar sampah plastik.

Langkah sederhana tersebut diyakini dapat membantu mengurangi pencemaran mikroplastik di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Lamongan

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler