Pixel Code jatimnow.com

Diduga Karena Korsleting Listrik, Kantor LSM di Lamongan Terbakar

Editor : Bramanta   Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Kondisi Kantor LSM Lamongan seusai insiden kebakaran. (Foto : Damkar Lamongan for jatimnow.com)
Kondisi Kantor LSM Lamongan seusai insiden kebakaran. (Foto : Damkar Lamongan for jatimnow.com)

jatimnow.com – Kantor Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Alam Bersatu Jaya Kabupaten Lamongan hangus terbakar, Jumat (17/7/2026) pukul 03.30 wib.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lamongan, Achmad Edwyn Enedi mengatakan kebakaran menimpa rumah milik Ahmad Sultoni (49) yang berada di pemukiman padat penduduk tepatnya di jl. Suwoko, Keluarahan Telogoanyar, Lamongan. Diketahui, rumah tersebut digunakan sebagai kantor dan kegiatan administrasi LSM Alam Bersatu.

"Begitu mendapat laporan dari warga pada pukul 03.58 WIB, tim di pos induk Lamongan langsung terjun ke lokasi," ujarnya.

Kebakaran pertama kali diketahui oleh warga setempat yang mencium bau hangus disertai kepulan asap dan kobaran api dari dalam rumah.

"Kebakaran diketahui oleh warga setempat. Armada kami berangkat pukul 04.00 WIB dan tiba di lokasi kejadian hanya dalam waktu lima menit, yakni pukul 04.05 WIB karena jaraknya relatif dekat, sekitar 3 kilometer," ujarnya.

Baca juga:
Stok Ketersediaan Sapi di Lamongan Menurun, Harga Daging Mengalami Kenaikan

Bidang Damkar Lamongan menerjunkan sedikitnya 2 unit armada pemadam bersama 7 personel. Setibanya di tempat kejadian kebakaran (TKK), petugas kemudian melokalisir api agar tidak merembet ke bangunan sekitar.

Sementara untuk penyebab pastinya masih misterius, digaan semenyara yakni berasal dari konsleting aris listrik.

Baca juga:
Gegap Gempita Piala Dunia 2026, KDMP di Lamongan Disulap Jadi Tempat Nobar

"Dugaan awal penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik yang berada di dalam kamar. Api dengan cepat membesar karena material di dalam rumah," imbuh Edwyn.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka (nihil) dalam peristiwa menegangkan di waktu subuh ini. Kendati demikian, kerugian materiil akibat amukan si jago merah ditaksir mencapai Rp 150 juta rupiah karena bangunan utama dan inventaris kantor mengalami kerusakan cukup parah.