PCNU Surabaya Minta Kader Pagar Nusa Kawal Kedamaian Kota Pahlawan

Senin, 27 Jul 2026 01:51 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Prosesi pelantikan pengurus Pimpinan Cabang (PC) Pagar Nusa Kota Surabaya periode 2025–2030. (Foto: Pagar Nusa for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya mengeluarkan instruksi tegas bagi para pendekar pencak silatnya. Organisasi otonom di bawah naungan Nahdlatul Ulama ini diwajibkan memegang teguh loyalitas tunggal, serta menjadi garda terdepan dalam merawat ketenteraman publik di Kota Pahlawan.

Penegasan tersebut mengemuka dalam prosesi pelantikan pengurus Pimpinan Cabang (PC) Pagar Nusa Kota Surabaya periode 2025–2030. Acara sakral yang dirangkaikan dengan pembaiatan lebih dari 500 santri itu berlangsung di Aula Universitas WR Supratman, Jalan Arief Rahman Hakim, Sukolilo, Surabaya.

Ketua PCNU Kota Surabaya, H. Masduki Toha, mengingatkan bahwa akar sejarah Pagar Nusa tertanam kuat di dalam tubuh NU. Terlebih lagi, proses kelahiran organisasi bela diri ini melibatkan peran sentral KH A. Mudjib Ridlwan, putra pencipta lambang NU KH Ridlwan Abdullah.

Baca juga: Mengulik Isi Pertemuan Ketua DPRD dengan PCNU Surabaya

"Eksistensi Pagar Nusa lahir dari tubuh NU. Karena itu, loyalitas sepenuhnya hanya pada NU," ujar Masduki melalui pesan yang disampaikan Wakil Ketua PCNU Surabaya, Riadi Ngasiran, Minggu (26/7/2026).

Dalam kesempatan sama, kepengurusan baru yang dipimpin oleh Abdul Rochman sebagai Ketua dan Dimas Agung Nurpratama sebagai Sekretaris resmi mengemban amanah baru.

Baca juga: PCNU Surabaya Kukuhkan Pengurus Baru untuk Periode 2024–2029

Hadir pula dalam momentum penting tersebut Ketua Umum PP Pagar Nusa H. Muhammad Nabil Haroen, Sekretaris PP Pagar Nusa, Abdulloh Hamid, serta Ketua PW Pagar Nusa KH Sholahuddin Fathurrohman.

\

Lebih lanjut, PCNU Surabaya menitipkan sembilan poin krusial sebagai pedoman gerak langkah para kader. Selain memperkuat ikatan kesejarahan dengan tokoh-tokoh sepuh seperti mendiang KH Suharbillah, para pendekar Pagar Nusa Surabaya diminta menanggalkan segala bentuk arogansi di ruang publik.

Baca juga: Abdullah Ishak Nahkodai NU Care-LAZISNU Surabaya, Gantikan Prof Mukhrojin

Kegagahan fisik dan rasa percaya diri seorang kader, menurut Masduki, tidak boleh diwujudkan lewat tindakan anarkis yang memicu antipati warga.

Sebaliknya, potensi besar tersebut harus diabdikan untuk menjaga kondusivitas, melindungi ulama, serta memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat luas di Surabaya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler