jatimnow.com - Kampung MOZAIK (Mission for Zero Plastic Leakage) resmi diluncurkan di kawasan Kali Tebu Surabaya, sebagai model pengelolaan sampah berbasis masyarakat untuk mencegah sampah plastik mengalir ke sungai hingga berakhir di laut. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mengatasi pencemaran plastik dari sumbernya.
Peluncuran berlangsung dalam kegiatan Partnership for Preventing the Riverine Plastic Pollution Kali Tebu Surabaya bertajuk "WANI Cegah Polusi, Wujudkan Sungai Lestari" di Gedung Serba Guna Tanah Kali Kedinding, Sabtu (2/8/2026).
Sekitar 200 peserta dari unsur pemerintah, akademisi, komunitas, sekolah, organisasi internasional, pelaku usaha, dan masyarakat mengikuti kegiatan tersebut.
Baca juga: Anak-anak Turun Tangan Selamatkan Mangrove Wonorejo Surabaya dari Sampah Plastik
Program tersebut digagas oleh ECOTON bersama UNDP Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Pemerintah Kota Surabaya, Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL), Kementerian Lingkungan Hidup, Clean Rivers, dan Emirates Foundation.
Direktur Eksekutif ECOTON, Daru Setyorini, mengatakan upaya menjaga sungai tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan perubahan perilaku masyarakat.
Menurutnya, masyarakat Indonesia sejatinya memiliki berbagai kebiasaan ramah lingkungan yang perlu dihidupkan kembali sebagai bagian dari solusi mengurangi sampah plastik.
"Dulu Kali Tebu adalah sungai yang bersih. Kita memiliki banyak kearifan lokal yang ramah lingkungan. Salah satunya, para ibu membiasakan anak menggunakan toilet sejak usia dini sehingga penggunaan popok sekali pakai dapat dikurangi. Kearifan seperti ini perlu kita hidupkan kembali sebagai bagian dari upaya mengurangi sampah plastik," ujar Daru.
Ia menambahkan, perubahan besar dalam menjaga lingkungan selalu diawali dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten di rumah maupun lingkungan sekitar.
Asisten Deputi Ekonomi Sirkular Dampak Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Rofi Alhanif, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Surabaya yang terus mendorong pemilahan sampah sejak tingkat rumah tangga.
Menurutnya, semakin baik masyarakat mengelola sampah, semakin besar peluang sungai terbebas dari pencemaran.
Baca juga: MPLS Berbeda, Siswa SMAN 1 Mantup Lamongan Teliti Mikroplastik di Sekolah
"Di Surabaya, pemilahan sampah dari rumah sudah mulai berjalan. ECOTON membantu kita semua memahami pentingnya menjaga sungai tetap bersih. Jika sungai bersih, berarti perilaku kita dalam mengelola sampah juga semakin baik," katanya.
Dukungan juga datang dari Emirates Foundation. Project Lead Emirates Foundation, Hassan Ali Abdulla, mengaku terkesan dengan pendekatan edukasi yang diterapkan melalui Program MOZAIK, khususnya terkait bahaya mikroplastik.
"Saya baru mengetahui bahwa mikroplastik dapat ditemukan bahkan pada tangan kita. Hal ini menunjukkan bahwa plastik merupakan ancaman bagi semua komunitas. Karena itu, kita perlu terus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik dan menjaga kebersihan lingkungan," ungkapnya.
Sebelum acara utama dimulai, peserta diajak mengunjungi pameran yang menampilkan perjalanan Program MOZAIK, instalasi seni mikroplastik, Mobil Laboratorium Mikroplastik Microplastic Journey, layanan isi ulang REFILIN, pameran fotografi, hingga karya pelajar bertema lingkungan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan Deklarasi Kampung MOZAIK oleh para camat dan lurah di wilayah program sebagai bentuk komitmen memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya.
Baca juga: 600 Siswa SDIT El Haq Ikuti Microplastic Journey, Perkuat Sekolah Bebas Plastik
Komitmen itu dilanjutkan dengan pemukulan kentongan sebagai simbol dimulainya gerakan bersama serta pelantikan SATGAS Sungai Lestari Kali Tebu Surabaya.
Dalam kesempatan yang sama, ECOTON juga meluncurkan Mobil Laboratorium Mikroplastik Microplastic Journey untuk memperluas edukasi kepada masyarakat serta memperkuat layanan REFILIN yang mendorong penggunaan sistem isi ulang guna mengurangi kemasan plastik sekali pakai.
Melalui Kampung MOZAIK, ECOTON berharap pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat menjadi contoh bagi wilayah lain.
Gerakan tersebut menekankan pentingnya memilah sampah dari rumah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, tidak membuang sampah ke sungai, serta membangun budaya saling mengingatkan demi menjaga kelestarian lingkungan.