Petugas Gabungan Kesulitan Padamkan Api di Gunung Bromo

Selasa, 04 Agu 2026 14:45 WIB
Reporter :
Avirista Midaada
Penampakan api kawasan hutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). (Foto: Istimewa/jatimnow.com)

jatimnow.com - Petugas gabungan masih kesulitan memadamkan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Titik api berada di tebing Blok Bantengan dengan kemiringan mencapai 80 derajat, sehingga menyulitkan proses pemadaman.

Api terlihat terus berkobar dan meluas akibat tiupan angin kencang. Kondisi medan yang terjal memaksa petugas melakukan pemadaman secara manual menggunakan ranting pohon untuk memukul titik api, sekaligus membuat sekat bakar dengan menggali tanah di antara area yang terbakar dan kawasan yang belum terdampak.

Seluruh upaya dilakukan secara hati-hati mengingat sebagian besar titik api berada di lereng dengan kemiringan ekstrem. Selain medan yang sulit, angin kencang juga menjadi tantangan tersendiri bagi tim gabungan.

Baca juga: Kebakaran Landa Lereng Kaldera Tengger, Akses Wisata Bromo Ditutup Sebagian

Ketua Masyarakat Peduli Api (MPA) Ngadas, Sampotono, mengungkapkan bahwa relawan MPA Ngadas sebenarnya telah bergerak menuju lokasi sejak Senin malam. Namun, kondisi medan yang sulit dan minimnya pencahayaan membuat proses pemadaman baru dapat dilakukan pada Selasa (4/8/2026) pagi.

“Titik-titik api sekarang masih di tebing. Jadi kita sulit untuk menjangkau, medannya nggak bisa kita jangkau,” ungkap Sampotono, dikonfirmasi pada Selasa pagi.

Tim gabungan yang terdiri dari petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS), BPBD Kabupaten Malang dan Lumajang, TNI-Polri, serta relawan masyarakat, terus berupaya mengendalikan api. Hingga kini, pemadaman masih mengandalkan metode manual dengan memukul titik api menggunakan ranting pohon.

“Untuk antisipasi tentang meluasnya kebakaran, nanti dibantu sama warga lokal khususnya warga Desa Ngadas mau membuat sekat mencegah meluasnya kebakaran,” kata dia.

Baca juga: Muncul Titik Asap Baru di Balik Kabut, Karhutla Gunung Ringgit Probolinggo Terus Dipantau

Selain itu, petugas juga berupaya mendatangkan mobil tangki berisi tandon air beserta selang untuk membantu penyemprotan ke titik api. Langkah tersebut ditempuh karena sumber air berada cukup jauh dan sulit menjangkau lokasi kebakaran.

\

“Nanti ada sebagian membawa tandon air pakai mesin. Jadi nanti kita selang, kita semprot ke titik apinya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) BB-TNBTS Bambang Suryono mengatakan seluruh unsur telah dikerahkan untuk menangani kebakaran di Blok Bantengan yang berada di perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang. Petugas BB-TNBTS, BPBD, TNI-Polri, pemadam kebakaran, hingga relawan masyarakat telah diterjunkan sejak Senin malam.

Baca juga: Viral Ricuh di Pintu Masuk Bromo, TNBTS Klaim Pemukulan Refleks Bela Diri

“Kami baru mendapatkan informasi tadi pagi petugas dari BPBD Kabupaten Probolinggo dan juga Provinsi Jawa Timur sudah hadir dalam membantu kami mendukung kami untuk upaya pemadaman kebakaran,” ungkap Bambang Suryono.

Selama proses pemadaman berlangsung, akses wisata melalui pintu masuk Coban Trisula di Kabupaten Malang dan Senduro di Kabupaten Lumajang ditutup sementara. Wisatawan dialihkan melalui pintu masuk Wonokitri di Kabupaten Pasuruan dan Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo. Pengunjung juga tidak diperkenankan memasuki kawasan Savana Bantengan yang menjadi lokasi kebakaran.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh pengunjung dalam melakukan aktivitas wisatanya dan juga masyarakat, serta tetap mematuhi batasan kunjungan yang sudah ditatang dan juga tidak melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan kebakaran hutan,” tukasnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Malang

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler