Dynamic Cinema Festival 2026 Gaet 317 Karya Film Internasional

Senin, 31 Agu 2026 12:53 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Dynamic Cinema Festival 2026 di Surabaya menerima 317 karya film dari 24 negara, dengan hadiah beasiswa kuliah empat tahun bagi pemenang. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dynamic Cinema Festival (DCF) 2026 di Universitas Dinamika (Undika) Surabaya mencatat peningkatan partisipasi dengan menerima 317 karya film dari 24 negara. Jumlah itu menandai semakin luasnya jangkauan festival yang digelar Program Studi Sarjana Terapan Produksi Film dan Televisi (PFTV), Fakultas Desain dan Industri Kreatif (FDIK).

Pendaftaran DCF 2026 ditutup pada 25 Agustus. Selain Indonesia, karya peserta datang dari sejumlah negara, antara lain Italia, Prancis, Spanyol, India, Jepang, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, China, Bangladesh, Amerika Serikat, Turki, Iran, Brasil, Meksiko, Argentina, Portugal, Kroasia, Kirgistan, Sri Lanka, Angola, dan Burkina Faso.

Peserta yang masuk official selection akan diumumkan pada 10 September 2026. Adapun malam puncak DCF dijadwalkan berlangsung pada 23 Oktober 2026 di BG Junction Surabaya.

Baca juga: Inside The Frame, Membedah Alur Kerja Film Profesional di ISTTS

Festival tahun ini mempertandingkan empat kategori, yakni Best Short Film, Best Cinematography, Best Artistic, dan Best Student Short Film. Para pemenang akan memperoleh piala, sertifikat, serta hadiah uang tunai.

Khusus kategori Best Student Short Film, panitia memberikan apresiasi tambahan berupa pembebasan biaya pendidikan selama empat tahun di Program Studi Film dan Televisi Universitas Dinamika.

“Untuk kategori Best Student Short Film, akan ada tambahan bebas biaya pendidikan selama empat tahun di Program Studi Film dan Televisi Universitas Dinamika,” ujar Festival Director DCF Ilham Satria, Jumat (28/8).

Menurut Ilham, tingginya jumlah karya yang masuk menunjukkan antusiasme sineas terhadap festival yang membuka ruang bagi beragam gagasan dan ekspresi melalui film.

DCF 2026 mengangkat tema “Reflexion”, yang dirancang sebagai ruang pertemuan antara refleksi dan ekspresi melalui karya audiovisual.

“Alhamdulillah, implementasi tema ini benar-benar sesuai harapan karena refleksi masyarakat internasional benar-benar diekspresikan dalam ruang DCF,” kata Ilham.

Baca juga: Tragis! Pemuda Tenggelam di Sungai Jagir Ditemukan Setelah 2 Hari Pencarian

Mahasiswa PFTV semester lima itu menilai jumlah peserta yang mencapai ratusan karya juga memperlihatkan kebutuhan sineas terhadap ruang untuk menyampaikan gagasan mereka.

\

“Animo masyarakat sebanyak 317 karya dari 24 negara adalah bukti bahwa para sineas butuh ruang yang tepat untuk mengekspresikan karya-karyanya. DCF adalah salah satu dari ruang itu,” ujarnya.

Dekan FDIK Universitas Dinamika sekaligus Founder DCF Muhammad Bahruddin mengatakan pertumbuhan jumlah peserta menjadi indikator semakin luasnya daya tarik festival.

Saat pertama digelar pada 2022, DCF menerima 119 karya. Memasuki penyelenggaraan keempat, jumlah itu meningkat menjadi 317 karya dengan peserta dari 24 negara.

“Lompatan ini bukan hanya pada jumlah karya, tetapi juga pada keberagaman negara peserta,” ujar Bahruddin.

Bahruddin, yang juga menjadi pengurus pusat Asosiasi Pengkaji Film Indonesia (Kafein) dan terlibat dalam penjurian Festival Film Indonesia (FFI) sejak 2021, berharap DCF berkembang melampaui fungsi sebagai ajang perlombaan film.

Menurut dia, festival perlu memiliki kontribusi yang lebih luas terhadap perkembangan industri dan komunitas perfilman nasional.

“DCF tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya karya film, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem perfilman Indonesia,” pungkasnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler