jatimnow.com - Hambatan sinyal saat bertransaksi nontunai di pasar tradisional kini tak lagi jadi soal bagi para pedagang dan pembeli di Pasar Keputran, Surabaya. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk meluncurkan fasilitas WiFi gratis di area pasar guna memastikan proses pembayaran berbasis QRIS berjalan tanpa kendala.
Langkah ini diambil BRI Regional Office Surabaya untuk mempercepat modernisasi ekosistem pedagang kecil di salah satu pusat aktivitas ekonomi terbesar Jawa Timur tersebut.
Kehadiran akses internet memadai membuat pedagang tak perlu khawatir mengalamatkan kendala koneksi saat menerima pembayaran digital. Di sisi lain, pembeli mendapat kepastian transaksi yang serba cepat dan praktis.
Baca juga: BRI Surabaya Kaliasin Hormati Proses Hukum Lelang Agunan
Regional CEO BRI Surabaya, Reza Syahrizal Setiaputra, menjelaskan bahwa penyediaan infrastruktur internet ini lahir dari kebutuhan riil para pelaku usaha di lapangan. Menurutnya, teknologi finansial seharusnya bisa dinikmati secara merata tanpa terbatas lokasi usaha.
"Kami ingin memastikan kemajuan teknologi finansial dapat dirasakan langsung oleh pedagang pasar tradisional. Lewat koneksi internet yang stabil di Pasar Keputran, transaksi QRIS BRI kini jauh lebih cepat dan nyaman," kata Reza, Minggu (10/10/2026).
Baca juga: BRI Unit Lontar Surabaya Pindah ke Lokasi Baru Mulai 18 Agustus 2026
Bagi BRI, sentuhan digitalisasi di sentra pedagang kaki lima dan grosir ini tak sekadar meningkatkan volume transaksi digital semata. Lebih jauh, langkah tersebut menjadi sarana edukasi langsung untuk mengenalkan manajemen keuangan yang lebih rapi kepada pelaku UMKM.
Sistem pembayaran QRIS memungkinkan setiap pemasukan pedagang terekam secara otomatis. Pencatatan transaksi usaha pun menjadi lebih akurat dan praktis dibanding metode manual.
Inisiatif ini sekaligus menerjemahkan komitmen "BRI Satu Bank untuk Semua", yang mengedepankan keterjangkauan layanan perbankan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Baca juga: BRImo Campus Ambassador 2026 Cetak Duta Digital Perbankan di Kampus Surabaya
"Pasar tradisional adalah denyut nadi ekonomi kerakyatan. BRI hadir bukan cuma sebagai penyedia produk keuangan, melainkan mitra yang tumbuh bersama pedagang lewat peningkatan literasi digital," ujar Reza.
Ketersediaan jaringan internet di Pasar Keputran diharapkan mampu membentuk kebiasaan baru bertransaksi secara nontunai secara alami. Seiring waktu, ekosistem perdagangan rakyat di Surabaya diproyeksikan tumbuh semakin modern, efisien, dan inklusif.