Pixel Code jatimnow.com

Tiga Raksasa Farmasi China Incar Monyet Ekor Panjang Indonesia

Editor : Yanuar D   Reporter : Ali Masduki
JOINN Laboratories China secara resmi meneken nota kesepahaman atau MoU kerja sama riset dan pemanfaatan monyet ekor panjang bersama IPB. (Foto: Singky for jatimnow.com)
JOINN Laboratories China secara resmi meneken nota kesepahaman atau MoU kerja sama riset dan pemanfaatan monyet ekor panjang bersama IPB. (Foto: Singky for jatimnow.com)

jatimnow.com - Tiga perusahaan farmasi raksasa asal China membidik populasi monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di Indonesia sebagai pasokan hewan uji laboratorium dan riset biomedis.

Gelombang ekspansi ini digerakkan oleh WuXi AppTec melalui anak usahanya Suzhou Kanglu Biotechnology, disusul Pharmaron serta JOINN Laboratories.

Masuknya korporasi kesehatan global tersebut dipicu krisis ketersediaan monyet laboratorium di Tiongkok. Pemerintah setempat menghentikan ekspor satwa liar sejak awal pandemi COVID-19 pada 2020 guna mengamankan kebutuhan domestik.

Koordinator Aliansi Pecinta Satwa Liar Indonesia (APECSI), Singky Soewadji, menjelaskan bahwa pembatasan itu membuat industri farmasi Tiongkok mengalami kekurangan stok secara masif untuk kebutuhan riset vaksin dan obat-obatan.

"Kebijakan setop ekspor dari pemerintah mereka memukul industri farmasi di sana. Kebutuhan domestik sangat tinggi, sementara stok menipis," ujar Singky, Sabtu (10/10/2026).

Sebelumnya, Tiongkok mengandalkan impor dari sejumlah negara Asia Tenggara seperti Vietnam, Thailand, dan Kamboja.

Baca juga:
Pengiriman 190 Burung Digagalkan di Pelabuhan Jamrud Surabaya

Kendati demikian, populasi monyet jenis kera pemakan kepiting di negara-negara tersebut kini telah merosot tajam hingga masuk dalam kategori zona merah.

Sebaliknya, populasi monyet ekor panjang di Indonesia justru melambung tinggi. Hilangnya predator alami di habitat liar membuat kera-kera ini kerap turun ke pemukiman warga dan merusak lahan pertanian, sehingga memicu konflik berkepanjangan dengan manusia di berbagai daerah.

Alih-alih mengimpor dalam jumlah besar seperti masa lalu, investor China memilih jalan pintas dengan membangun fasilitas penangkaran mandiri di dalam negeri.

Baca juga:
Capybara Hadir di Solo Safari, Bisa Disapa Saat Libur Panjang

Sejumlah wilayah strategis telah dilirik sebagai lokasi penangkaran monyet uji laboratorium, di antaranya Mesuji di Lampung serta Subang di Jawa Barat.

Bahkan, ekspansi ini telah menjejakkan babak baru. JOINN Laboratories China secara resmi meneken nota kesepahaman atau MoU kerja sama riset dan pemanfaatan monyet ekor panjang bersama Institut Pertanian Bogor (IPB).