Siasat Pedagang Pasar Pabean Surabaya Demi Bertahan di Tengah Sepinya Pembeli

Senin, 19 Okt 2026 19:15 WIB
Reporter :
Nur Alifan
Kondisi sepinya Pasar Pabean Surabaya. (Foto: Nur Alifan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kenaikan harga barang dagangan dan berkurangnya jumlah pembeli membuat pedagang di Pasar Pabean, Surabaya, harus memutar otak agar usaha mereka tetap bertahan. Salah satunya dengan memangkas modal kulakan karena khawatir barang dagangan tidak segera terjual.

Fatimah, salah satu pedagang di Pasar Pabean, mengatakan kenaikan harga berbagai barang membuat pembeli mengurangi belanja. Kondisi tersebut memaksanya mengurangi stok dagangan agar modal yang dikeluarkan tidak semakin besar.

“Sekarang harga sudah naik semua, jadi pembeli berkurang. Saya juga mengurangi barang jualan karena harganya mahal, sedangkan pembelinya sedikit,” kata Fatimah saat ditemui di Pasar Pabean Surabaya, Senin (19/10/2026).

Baca juga: 3 Tahun Omzet Kian Merosot, Pedagang Pasar Pabean Surabaya: Kini Balik Modal Aja Sulit

Menurut Fatimah, kondisi pasar mulai sepi sejak 2024. Namun, situasi pada 2026 dirasakannya semakin berat karena jumlah pembeli terus berkurang.

Dampaknya terlihat dari modal yang disiapkan untuk kulakan. Jika sebelumnya ia bisa mengeluarkan sekitar Rp1 juta untuk membeli stok dagangan, kini modal tersebut menyusut menjadi sekitar Rp200 ribu.

Pengurangan modal dilakukan untuk menyesuaikan jumlah barang dengan kondisi penjualan. Dengan semakin sedikitnya pembeli, stok berlebih berisiko lebih lama tersimpan sehingga modal usaha tidak bisa segera kembali.

Baca juga: Dugaan Bullying ABK, Pasar Pabean Sepi dan Pelatihan Jurnalistik

Keluhan serupa disampaikan Nova, pedagang yang telah berjualan selama 30 tahun di Pasar Pabean. Ia mengatakan pasar sudah terasa sepi dalam tiga tahun terakhir. Kondisi itu turut berdampak pada omzet yang diperolehnya.

\

“Dulu pembeli masih ramai dan barang lebih cepat habis. Sekarang kami harus menunggu lebih lama, sementara biaya kulakan dan kebutuhan lainnya tetap berjalan,” ujar Nova.

Luluk, pedagang yang telah berjualan lebih dari 30 tahun, juga merasakan penurunan aktivitas pasar sejak pandemi Covid-19. Namun, menurutnya, kondisi tahun ini semakin berat hingga membuatnya kesulitan memutar kembali modal usaha.

Baca juga: Curhat Pedagang Pasar Pabean Surabaya: Ya Allah Sepinya

Hal serupa dialami Rihana, yang telah berjualan sekitar 20 tahun di pasar tersebut. Ia mengaku kesulitan mengembalikan modal dari hasil penjualan di tengah semakin jarangnya pembeli.

Kondisi yang dialami para pedagang tersebut menggambarkan tekanan terhadap usaha perdagangan di Pasar Pabean. Kenaikan harga barang, penurunan jumlah pembeli, dan perputaran modal yang semakin lambat menjadi tantangan bagi pedagang untuk mempertahankan usaha mereka.

Tags :
Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler