Pixel Code jatimnow.com

3 Tahun Omzet Kian Merosot, Pedagang Pasar Pabean Surabaya: Kini Balik Modal Aja Sulit

Editor : Yanuar D   Reporter : Nur Alifan
Potret sepinya aktivitas jual beli di Pasar Pabean Surabaya. (Foto: Nur Alifan/jatimnow.com)
Potret sepinya aktivitas jual beli di Pasar Pabean Surabaya. (Foto: Nur Alifan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sepinya aktivitas jual beli di Pasar Pabean Surabaya mulai berdampak pada pendapatan pedagang. Sejumlah pedagang mengaku omzet mereka merosot dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, untuk sekadar mengembalikan modal kulakan, kini semakin sulit.

Nova, salah satu pedagang yang telah berjualan selama 30 tahun di Pasar Pabean, mengatakan kondisi sepi tersebut mulai dirasakan sekitar tiga tahun terakhir. Padahal, pasar yang berada di Jalan Songoyudan itu biasanya sudah ramai sejak dini hari.

Menurut Nova, suasana pasar kini jauh berbeda dibandingkan sebelumnya. Aktivitas perdagangan yang biasanya mulai ramai sekitar pukul 01.00 WIB, kini tak lagi seramai dulu.

“Sudah sekitar tiga tahun sepi. Biasanya jam satu sudah ramai, sekarang sepi. Omzet juga turun drastis,” ujar Nova saat ditemui di Pasar Pabean Surabaya, Senin (19/10/2026).

Keluhan serupa disampaikan Luluk, pedagang yang telah berjualan lebih dari 30 tahun di pasar tersebut. Ia mengatakan penurunan aktivitas jual beli mulai terasa sejak pandemi Covid-19. Namun, kondisi yang paling berat justru dirasakannya pada 2026.

Baca juga:
Siasat Pedagang Pasar Pabean Surabaya Demi Bertahan di Tengah Sepinya Pembeli

Penurunan omzet membuat Luluk kesulitan menjaga perputaran modal. Pendapatan yang semakin berkurang membuat keuntungan dari hasil penjualan kian tertekan.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi pedagang yang setiap hari harus menyediakan stok barang untuk dijual. Di satu sisi, mereka tetap membutuhkan modal untuk kulakan. Namun, di sisi lain, jumlah pembeli yang datang semakin sedikit sehingga barang dagangan lebih sulit terjual.

Rihana, pedagang yang telah berjualan sekitar 20 tahun di Pasar Pabean, juga merasakan kondisi serupa. Ia mengaku kini semakin sulit mendapatkan keuntungan karena hasil penjualan harus digunakan untuk mengembalikan modal.

Baca juga:
Dugaan Bullying ABK, Pasar Pabean Sepi dan Pelatihan Jurnalistik

“Sekarang yang penting barang bisa terjual dan modal kembali. Kalau berharap untung besar, rasanya sudah sulit,” kata Rihana.

Keluhan para pedagang tersebut menggambarkan dampak sepinya aktivitas perdagangan di Pasar Pabean Surabaya terhadap keberlangsungan usaha mereka. Setelah kondisi pasar yang lengang ramai diperbincangkan di media sosial, para pedagang kini mengungkapkan langsung dampaknya terhadap pendapatan dan perputaran modal.