jatimnow.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya mulai memperketat perawatan jaringan persinyalan dan telekomunikasi di sepanjang lintas operasional menyusul datangnya musim hujan.
Langkah mitigasi ini ditempuh agar lintasan kereta tetap aman dari ancaman rembesan air, genangan, maupun lonjakan petir yang kerap memicu kendala perjalanan.
Petugas teknis dari 12 Resor Sinyal dan Telekomunikasi (Sintel) diturunkan menyisir seluruh titik rawan di wilayah Jawa Timur. Fokus utama tertuju pada perangkat pengatur lalu lintas rel yang rentan terganggu kelembapan tinggi.
Baca juga: Laba Indosat Melonjak 37,2 Persen, Bisnis AI Tembus Ratusan Miliar
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menuturkan bahwa cuaca basah menuntut ketelitian ganda di lapangan.
"Kondisi cuaca menuntut pemeriksaan infrastruktur yang konsisten. Pemeriksaan perangkat sinyal dan komunikasi sengaja kami perketat agar setiap potensi kendala terbaca lebih awal dan langsung tertangani," ujar Mahendro.
Di lapangan, tim teknisi mengecek grounding menara radio penangkal petir, sinyal elektrik, kotak pengendali instrumen, hingga track circuit yang mendeteksi posisi rangkaian kereta.
Baca juga: Vikram Sinha Lanjut Pimpin Indosat, Kejar Target 2 Juta Talenta AI
Atap ruang instrumen dan celah kotak peralatan turut disegel rapat untuk menutup celah rembesan air hujan. Jalur kabel yang melintasi jembatan rel juga ditata ulang agar tidak tergerus arus limpasan air.
Pembersihan perangkat elektrikal bahkan menyasar gangguan mikro, seperti sarang semut atau serangga lain yang kerap memicu korsleting listrik di ruang panel.
Sementara pada sistem mekanik, petugas membersihkan saluran kawat di bawah handel wesel dari endapan lumpur, sampah, dan genangan air. Engsel serta roda kawat sinyal diberi pelumas baru agar tarikan tuas tetap mulus saat mengatur perpindahan jalur.
Baca juga: XLSMART Perluas 5G, Jaringan Kini Hadir di Lebih dari 50 Kota
Kabel bawah tanah tak luput dari inspeksi, memastikan posisinya tetap tertimbun aman guna menghindari risiko terkelupas maupun aksi vandalisme.
Kesiapan seluruh instrumen transmisi dan sinyal rel ini ditargetkan mampu menjaga ketepatan waktu serta keselamatan perjalanan penumpang di seluruh stasiun wilayah timur Jawa tanpa hambatan cuaca.