Last Child dan Ndarboy Gank Meriahkan Gelaran Kemilau Pekan Raya Ponorogo

Sabtu, 31 Okt 2026 14:30 WIB
Reporter :
Ahmad Fauzani
Persiapan Kemilau Pekan Raya Ponorogo yang memadukan pameran inovasi, produk UMKM, ekonomi kreatif, hingga konser musik. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Alun-Alun Ponorogo bakal menjadi pusat keramaian pada awal November 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo akan menggelar Kemilau Pekan Raya Ponorogo yang memadukan pameran inovasi, produk UMKM, ekonomi kreatif, hingga konser musik selama empat hari, 3-6 November 2026. Tak hanya menjadi ajang memamerkan potensi daerah, kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah musisi untuk menghibur masyarakat.

Last Child dan Kidnep Flanella dijadwalkan tampil pada pembukaan Selasa (3/11/2026) mendatang. Sementara Ndarboy Gank akan menjadi pengisi acara penutup, Jumat (6/11/2026). Masyarakat dapat menikmati rangkaian kegiatan sekaligus menyaksikan konser musik tersebut secara gratis.

Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengatakan Kemilau Pekan Raya Ponorogo menjadi salah satu upaya menghadirkan kegiatan baru yang dapat mempertemukan berbagai potensi daerah dalam satu ruang. Hal itu disampaikannya saat rapat pemantapan kegiatan di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperinda) Ponorogo.

Baca juga: SMKN 2 Ponorogo Berikan Layanan Facial dan Potong Rambut Gratis di Panti Asuhan

Menurut Lisdyarita, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan inovasi dan kreativitas dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, perguruan tinggi, pelaku usaha hingga organisasi perangkat daerah (OPD).

“Jadi kita ini mencoba untuk berbuat sesuatu yang baru untuk Ponorogo. Kami ingin adanya inovasi dan teknologi ini bisa membangkitkan PAD ke depannya,” ujarnya, Sabtu (31/10/2026)

Terdapat sejumlah agenda yang disiapkan dalam event ini. Salah satunya Inotech Expo yang akan menampilkan berbagai inovasi dan teknologi hasil karya pelajar, perguruan tinggi, komunitas, maupun OPD. Selain itu, masyarakat juga dapat mengunjungi pameran ekonomi kreatif dan bazar UMKM yang menjadi ruang promosi bagi produk unggulan pelaku usaha lokal.

Agenda lainnya adalah Student Music Festival atau festival band pelajar. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda Ponorogo untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengembangkan bakat di bidang musik. Rangkaian acara juga akan dilengkapi dengan konser musik dan pemberian penghargaan atau awarding.

Bunda Lisdyarita mengungkapkan, tingginya antusiasme calon peserta membuat panitia harus melakukan seleksi terhadap pihak-pihak yang ingin terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Antusiasme masyarakat, siswa-siswi, dan peserta semuanya sangat luar biasa. Jadi akhirnya kami mohon maaf kalau harus menolak beberapa peserta,” tuturnya.

Baca juga: UNIDA Gontor Tambah 4 Profesor, Rektor Bidik Panen Guru Besar untuk Buka S3

Dia berharap kegiatan yang melibatkan sejumlah OPD tersebut tidak berhenti sebagai pameran semata. Kolaborasi antarlembaga diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas, termasuk dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

\

Ketua Panitia Kemilau Pekan Raya Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edhi, menjelaskan kegiatan ini berangkat dari keinginan untuk memperkenalkan potensi Ponorogo yang selama ini belum banyak tereksplorasi.

Menurutnya, Ponorogo tidak hanya memiliki kekayaan seni budaya, pariwisata, dan sejarah, tetapi juga potensi inovasi, teknologi, ekonomi kreatif, serta produk unggulan dari berbagai sektor. Setiap OPD pun diminta menampilkan keunggulan dan program yang dimiliki agar dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat. Salah satunya melalui Inotech Expo yang dikoordinasikan Baperinda. Inovasi dari sekolah, perguruan tinggi, hingga OPD akan dikumpulkan dan dipamerkan setelah melalui proses penilaian.

"Penilaian tersebut melibatkan tim dari Universitas Brawijaya dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Karya-karya terbaik nantinya akan mendapatkan penghargaan sekaligus kesempatan untuk difasilitasi pengembangannya," terangnya.

Sementara itu, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM akan menghadirkan bazar sebagai sarana promosi produk usaha lokal. Adapun sektor ekonomi kreatif dan pariwisata juga mendapat ruang melalui pameran yang dikoordinasikan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora).

Baca juga: Pidatonya Viral, Berikut Profil Pimpinan Ponpes Gontor KH Hasan Abdullah Sahal

Tak hanya itu, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) turut menyiapkan agenda penghargaan bagi wajib pajak sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang tertib memenuhi kewajiban perpajakan.

Judha menambahkan, kegiatan ini juga terbuka bagi perusahaan dan pelaku usaha untuk memperkenalkan produk maupun layanan mereka. Sejumlah produk seperti kendaraan listrik, sepeda motor listrik, hingga kopi unggulan Ponorogo turut berpotensi menjadi daya tarik pameran.

Dengan berbagai agenda tersebut, Kemilau Pekan Raya Ponorogo diharapkan tidak hanya menjadi tempat masyarakat menikmati hiburan, tetapi juga ruang pertemuan antara inovasi, pelaku usaha, komunitas, dan pemerintah daerah.

“Semua kita wadahi. Mulai Inotech Expo, ekraf expo, bazar UMKM, Student Music Festival, tax award, dan lain-lain,” pungkasnya. (ADV)

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Ponorogo

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler