jatimnow.com - FiberStar mendorong pelaku usaha memperkuat infrastruktur digital sebagai fondasi menghadapi persaingan bisnis yang semakin kompetitif.
Upaya tersebut diwujudkan melalui forum eksekutif GO! NEXT 2026 yang digelar di Jember, Jawa Timur, dengan mengusung tema Go Digital. Go Further.
Forum tersebut menjadi ruang pertemuan bagi kalangan eksekutif dan pelaku usaha untuk membahas perkembangan teknologi serta pengaruhnya terhadap operasional perusahaan.
Baca juga: Unair Gandeng Diskominfo Manokwari Bikin Web Promosi UMKM Prafi
Pembahasan mencakup kebutuhan konektivitas, keamanan jaringan, pengelolaan sistem digital, hingga keberlanjutan operasional bisnis.
Perkembangan teknologi telah mengubah cara perusahaan menjalankan aktivitas usaha, melayani pelanggan, dan mengambil keputusan.
Ketergantungan terhadap sistem digital pun semakin tinggi sehingga kesiapan infrastruktur teknologi menjadi salah satu penentu efisiensi dan daya saing perusahaan.
FiberStar menilai, akses internet saja tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan bisnis. Perusahaan membutuhkan jaringan yang stabil, aman, serta didukung sistem pengelolaan yang mampu mengikuti perkembangan operasional.
Technical Solution Engineer FiberStar, Dimas Adhiyat Jaya, mengatakan integrasi teknologi dan kolaborasi dengan mitra penyedia solusi menjadi pendekatan penting untuk menjawab kebutuhan perusahaan yang semakin beragam.
“Perusahaan membutuhkan ekosistem teknologi yang saling terintegrasi. Mulai dari konektivitas, keamanan jaringan, hingga pengelolaan perangkat dan sistem digital, semuanya memiliki peran dalam mendukung operasional bisnis,” ujar Dimas, Rabu (4/11/2026).
Melalui kolaborasi dengan mitra teknologi, FiberStar berupaya menghadirkan layanan yang lebih relevan dan fleksibel, sekaligus dapat disesuaikan dengan skala serta kebutuhan setiap perusahaan.
Baca juga: Intiland dan ION Network Resmikan DC Land, Pusat Data Baru di Surabaya
Dalam pengembangan portofolio layanannya, FiberStar menyediakan sejumlah solusi infrastruktur digital. Di antaranya Dedicated Internet, Firewall as a Service, WiFi as a Service, layanan IPTV terkelola, hingga konektivitas satelit melalui Starlink.
Layanan tersebut menyasar berbagai kebutuhan industri. Mulai dari konektivitas antarlokasi, perlindungan lalu lintas jaringan, pengelolaan akses internet, hingga dukungan teknologi untuk sektor perhotelan dan operasional bisnis di wilayah yang belum terjangkau jaringan fiber optik.
Selain mendukung kebutuhan perusahaan, infrastruktur digital yang andal juga dinilai berperan dalam memperluas pemerataan akses teknologi.
Konektivitas yang memadai membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menjangkau pasar lebih luas, mengembangkan layanan, serta meningkatkan integrasi operasional di berbagai wilayah.
Melalui GO! NEXT 2026, FiberStar ingin mempertemukan penyedia teknologi dengan pelaku industri untuk membangun dialog mengenai tantangan dan peluang transformasi digital.
Baca juga: Indosat Digdaya di Tengah Badai Ekonomi, Apa Rahasianya?
Kegiatan tersebut menghadirkan seminar teknologi, sesi networking, serta special door prize. Pesertanya ditujukan bagi kalangan eksekutif dan pelaku usaha.
FiberStar berharap forum tersebut tidak hanya menjadi ajang berbagi informasi mengenai perkembangan teknologi, tetapi juga mendorong pemahaman pelaku industri tentang pentingnya infrastruktur digital sebagai penopang pertumbuhan bisnis dan daya saing industri Indonesia.
Perlu diketahui, PT Mega Akses Persada (FiberStar) berdiri sejak 2014 dan berkembang menjadi salah satu penyedia infrastruktur telekomunikasi berbasis fiber optik berskala nasional.
Perusahaan mengusung konsep netralitas dalam menyediakan konektivitas bagi berbagai sektor. Layanannya menjangkau pelanggan NAP/ISP, perbankan dan lembaga keuangan, instansi pemerintahan, perguruan tinggi, sekolah, kawasan bisnis, kawasan industri, kawasan permukiman, hingga sektor ritel.
Melalui pengembangan solusi dan kolaborasi lintas industri, FiberStar berkomitmen menghadirkan konektivitas yang sesuai dengan kebutuhan setiap sektor sekaligus mendukung percepatan transformasi digital di Indonesia.