Pixel Code jatimnow.com

Searah Optimalkan Aset Migas, Perkuat Pasokan Energi di Jawa Timur

Editor : Ni'am Kurniawan   Reporter : Nur Alifan
Senior Manager Strategic & Business Planning Nabil Aswad M Hatta dalam media engagement di Surabaya (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Senior Manager Strategic & Business Planning Nabil Aswad M Hatta dalam media engagement di Surabaya (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Perusahaan energi Searah terus memperkuat kegiatan operasional hulu minyak dan gas bumi (migas) di Jawa Timur. Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi sejumlah aset produksi, pengembangan lapangan baru, hingga eksplorasi untuk menemukan potensi sumber daya migas.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan media engagement yang digelar Searah Ketapang II Ltd bersama hampir 50 perwakilan media regional Jawa Timur dan media lokal Surabaya dan Sampang.

Kegiatan itu sekaligus menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk memperkenalkan identitas barunya serta memaparkan perkembangan operasional dan rencana pengembangan aset migas di wilayah Jawa Timur.

Searah merupakan perusahaan energi independen hasil kerja sama atau joint venture antara PETRONAS dan Eni dengan kepemilikan masing-masing 50 persen. Perusahaan tersebut resmi berdiri pada 1 Juni 2026.

Seiring pembentukan perusahaan baru tersebut, PC Ketapang II Ltd. (PCK2L) berganti nama menjadi Searah Ketapang II Ltd. Perubahan ini menjadi bagian dari penyatuan portofolio usaha di bawah Searah, dengan tetap melanjutkan fondasi operasional yang telah dibangun sebelumnya.

Senior Manager Strategic & Business Planning Nabil Aswad M Hatta, mengatakan perusahaan berkomitmen menjaga keberlangsungan operasi sekaligus mengoptimalkan potensi aset migas yang dikelola di Jawa Timur.

“Dengan pengalaman dan fondasi operasional yang telah terbangun, kami berkomitmen menjaga keandalan operasi, mengoptimalkan potensi aset, serta mendukung ketahanan energi melalui pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab,” ujar Nabil, dalam siaran resminya, Rabu (4/11/2026).

Di Jawa Timur, Searah Ketapang II Ltd. mengelola dua wilayah kerja, yakni Ketapang dan North Ketapang. Aktivitas perusahaan di kedua wilayah tersebut mencakup produksi, pengembangan lapangan, serta kegiatan eksplorasi.

Salah satu aset yang terus dioptimalkan adalah Lapangan Bukit Tua di Wilayah Kerja Ketapang. Lapangan yang mulai berproduksi sejak 2015 itu telah menjadi bagian dari pasokan energi bagi Jawa Timur selama lebih dari satu dekade.

Untuk meningkatkan potensinya, perusahaan memulai pengeboran sumur NZ3 pada September 2026. Melalui kegiatan tersebut, produksi gas juga ditargetkan dapat dimulai pada tahun ini.

Selain Bukit Tua, pengembangan Lapangan Bukit Panjang juga menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat potensi produksi gas. Proyek ini telah memperoleh persetujuan Keputusan Investasi Akhir atau Final Investment Decision (FID) pada April 2026.

Baca juga:
Pertamina Siapkan Sanksi Tegas bagi Penyalur BBM dan LPG Subsidi yang Terbukti Menyeleweng

Tahapan pengembangan berlanjut dengan seremoni pemotongan baja pertama pada Juni 2026 sebagai tanda dimulainya fabrikasi fasilitas produksi. Saat ini, pekerjaan rekayasa, pengadaan, konstruksi, instalasi, dan komisioning (EPCIC) masih berlangsung.

Perusahaan menargetkan Lapangan Bukit Panjang dapat mulai berproduksi pada 2028. Sementara itu, kapasitas produksi puncaknya diperkirakan mencapai 50 juta kaki kubik standar gas per hari atau MMSCFD.

Pengembangan potensi migas juga dilakukan di Wilayah Kerja North Ketapang. Penemuan hidrokarbon melalui pengeboran sumur Barokah-1 pada Februari 2026 memperkuat pemahaman perusahaan mengenai potensi Cekungan Madura Utara. Hasil tersebut selanjutnya menjadi dasar untuk mengevaluasi peluang pengembangan sumber daya di kawasan tersebut.

Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Jabanusa, Febrian Ihsan, mengatakan keberlanjutan investasi dan pengembangan lapangan migas menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan energi nasional sekaligus memberikan dampak bagi daerah.

Menurutnya, pengembangan industri hulu migas membutuhkan koordinasi berbagai pihak agar kegiatan operasional dapat berjalan aman dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Kehadiran Searah menjadi bagian dari perkembangan industri hulu migas di Jawa Timur. Keberlanjutan investasi dan pengembangan lapangan perlu didukung koordinasi yang baik antara perusahaan, SKK Migas, pemerintah daerah, masyarakat, dan media agar kegiatan operasi berjalan aman dan bertanggung jawab serta memberikan manfaat bagi wilayah sekitar,” terang Febrian.

Baca juga:
Pertamina Patra Niaga Guyur Ratusan Juta Liter BBM ke Jatim

Selain mengembangkan aset migas, Searah Ketapang II Ltd. juga melanjutkan program pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Program tersebut mencakup tiga bidang utama, yakni pendidikan, pelestarian lingkungan, dan diversifikasi ekonomi.

Sementara Vice President of SCM & Business Support Fery Sarjana, menegaskan bahwa keberlanjutan kegiatan perusahaan perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat di sekitar wilayah kerja.

“Keberlanjutan operasi berjalan seiring dengan tanggung jawab kepada masyarakat di sekitar wilayah kerja. Kami berkomitmen menjalankan program yang sesuai dengan kebutuhan setempat dan ketentuan yang berlaku serta memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan,” jelas Fery.

Ke depan, perusahaan juga akan terus memperkuat komunikasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai kegiatan operasional serta perkembangan proyek yang sedang berjalan.

Melalui optimalisasi aset, pengembangan lapangan, dan program pemberdayaan masyarakat, Searah berupaya menjaga keberlanjutan operasi hulu migas sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap pasokan energi dan pembangunan di Jawa Timur.