jatimnow.com - Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir tidak mempermasalahkan rendahnya tingkat kelolosan tenaga didik universitas atau dosen dari sistem seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahap pertama periode tahun 2018 ini.
Menurut Menristek Nasir, pihaknya tetap ingin mendapatkan formasi SDM dosen yang berkualitas dari proses seleksi yang sudah dilakukan akhir pertengahan November itu.
Namun, dibalik itu pihaknya hanya ingin mempertanyakan apakah penurunan passing grade SKD yang dituangkan dalam Peraturan Menpan RB Nomor 61 Tahun 2018 sudah bisa dibilang "fair"?
"Pada prinsipnya Kemenristekdikti ingin mendapat sumber daya yang berkualitas dengan metode seleksi yang dilakukan secara fair," kata Muhamad Nasir usai menjadi pembicara di Universitas Airlangga (Unair) Kamis (22/11/2018).
Secara pribadi, Nasir mengatakan bahwa baginya yang paling penting adalah subtansi. Menurutnya tes adalah cara menjaring seseorang untuk mendapatkan suatu kriteria tertentu dan rangkaian yang harus dilalui.
"Orang yang ikut tes itu secara kapabilitas pasti sudah baik lah. Ada yang nilainya tinggi tapi ketika psikotest dia tidak lolos itu kan masalah, maka dari itu baiknya adalah mengecek soalnya bersama Menpan-RB," tambahnya.
Ia menambahkan, sebelum dilakukan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), yang dijadwalkan akan berlangsung pada bulan Desember mendatang. Pihaknya mengajak Menpan-RB untuk melakukan pengecekan reliability bersama sebagai upaya untuk tetap mendapatkan input yang berkualitas.
"Tapi solusinya adalah kita harus lihat soal SKD yang diujikan kemarin seperti apa. Kita harus lihat bareng-bareng untuk melihat reliabilitasnya pada tiap soalnya seperti apa. Reliabilitas ditiap soal harus kita uji apakah ada perbedaan antarjawaban peserta," urainya.
Terkait menggunakan sistem rangking yang sebagai alternatif adaptif untuk bisa memenuhi formasi yang sudah ditetapkan, Nasir mengatakan bahwa saat ini solusi itulah yang tercepat yang bisa dilakukan untuk pemenuhan formasi tahun ini karena keputusan sudah tidak bisa diubah.
"Kalau formasi yang kita butuhkan 72 yang saat ini lolos 2 ya kita buat gradenya 2 kali lipat lah, jadi 144 atau 3 kali lipat, karena nanti masih akan ada tes lanjutannya. Sehingga kita bisa dapatkan formasi sebagaimana mestinya," tambah Nasir.
Menristekdikti Ingin Terima Dosen Berkualitas Melalui Tes CPNS
Kamis, 22 Nov 2018 22:00 WIB
Reporter :
Erwin Yohanes, Farizal Tito
Erwin Yohanes, Farizal Tito
Berita Terbaru
Satria Jatim Juara Elite Pro Gerindra Cup U17, Kalahkah Putra Bhirawa Kediri 4-1 di Final
Bahtsul Masail Waqi’iyah Munas-Konbes NU Bahas Penghapusan Jejak Aib di Internet
Tanjung Perak Jazz 2026 Hadir Lebih Besar, Usung Kolaborasi Lintas Genre
Ponpes Lirboyo Kediri dan Tambakberas Jombang Jadi Kandidat Lokasi Muktamar NU
Dari 20 hingga 56 Tahun, Ubhara Surabaya Tunjukkan Pendidikan Tak Mengenal Batas
Tretan JatimNow
Kisah Ory dan Sherlita, Menghidupkan Spirit Kartini di Era Digital
Cerita Uung Victoria Finky Arungi Laut 14 Jam demi Ibu Menyusui
Kisah Cessil, Perempuan Surabaya Menafsir Kartini Masa Kini
Icha Yang, Penyanyi Asal Jember yang Gebrak Panggung Hunan TV China
Terpopuler
#1
Cuaca Surabaya Diprakirakan Cerah Seharian, Suhu Maksimum Capai 32 Derajat Celcius
#2
Sincafest 2026 SMA Santo Carolus Surabaya Meriahkan Rona Nusantara
#3
UMKM Kuliner Jatim di IIFEX 2026, Bertahan dan Tumbuh di Tengah Perubahan Zaman
#4
Beda Munas dan Konbes NU yang Digelar di Ponpes Al Falah Ploso Mojo Kediri
#5