Menteri ESDM: BBM Sampai Hari Raya Tidak Ada Kenaikan
Pemerintahan Kamis, 12 Mar 2026 16:08 WIBjatimnow.com - Pemerintah memberikan jaminan tak ada kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) sampai hari raya Idul Fitri 2026. Hal itu diungkap oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ditengah isu naiknya harga minyak mentah dunia, dampak konflik Israel-As dengan Iran.
"Pemerintah, kemarin kita juga melakukan pembahasan dengan Menteri Keuangan, saya dapat memastikan untuk menyangkut subsidi BBM, sampai dengan Hari Raya (Idulfitri) Insyaallah tidak ada kenaikan apa-apa," ucap Bahlil, dalam unggahan media sosial Youtube @KementerianESDM, dilihat jatimnow.com, Kamis (12/3/2026).
Bahlil, memastikan subsidi dari pemerintah cukup untuk menopang kebutuhan BBM masyarakat selama arus mudik terjadi.
"Jadi, negara hadir untuk memastikan bahwa sekali pun ada kenaikan harga minyak mentah dunia, tetapi untuk subsidi tetap sama, tidak ada kenaikan harga, untuk minyak subsidi ya,” tegasnya.
"Kita masih aman, masih kuat. Ini kan baru beberapa hari naiknya. Kita kan subsidinya setahun penuh. Rata-rata setahun 70 (dolar AS per barel) asumsi kita. Ini kan baru beberapa hari saya. Jadi, belum cukup untuk mengubah anggaran kita. Jadi kita masih bisa absorb,” jelasnya, menambahkan.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya mengungkapkan bahwa harga minyak mentah dunia masih akan fluktuatif.
"Itu bisa naik, bisa turun cepat loh. Jadi, kita lihat, pastikan, betul enggak naik, betul enggak turun. Begitu beberapa hari, beberapa minggu naik, ya sudah kita bisa antisipasi naik terus. Ini kan enggak. (Harga, red.) naik, tiba-tiba turun lagi. Nanti kalau harga minyak turun, kita ubah lagi, repot kan. Jadi, menetapkan respons APBN itu lebih hati-hati dibandingkan dengan merespons gerakan saham,” ujar Purbaya.
Pemerintah, lanjut Purbaya, akan terus melakukan pengamatan pada tren harga minyak mentah dunia dalam beberapa waktu ke depan, sebelum akhirnya mengambil kebijakan dalam menanggapi hal tersebut.
"Saya pikir cukup, sekarang ini berubah-ubah kan. 120 (dolar AS) yang kemarin, tinggi. Berapa sekarang, 90 (dolar AS). Kalau turun lagi bagaimana? Kan berubah terus. Jadi, kita nanti tebak arahnya yang sebetulnya seperti apa,” tegas Purbaya.