Pixel Code jatimnow.com

Jangan Kalap! Ini Panduan Pola Makan Seimbang Saat Lebaran

Gaya Hidup Kamis, 19 Mar 2026 23:17 WIB
Menikmati hidangan Lebaran bukan hal yang dilarang. Namun, keseimbangan tetap harus dijaga agar tubuh tidak terbebani. (Foto: Ilustrasi/Gemini)
Menikmati hidangan Lebaran bukan hal yang dilarang. Namun, keseimbangan tetap harus dijaga agar tubuh tidak terbebani. (Foto: Ilustrasi/Gemini)

jatimnow.com - Momen Lebaran kerap diwarnai hidangan tinggi kalori seperti rendang, opor, dan kue kering. Tanpa kontrol, pola makan saat Lebaran bisa memicu lonjakan berat badan, kolesterol, hingga gula darah. Ahli gizi mengingatkan, masyarakat tetap bisa menikmati sajian khas tersebut dengan cara yang lebih bijak.

Dosen gizi dari Universitas Airlangga, Lailatul Muniroh, menyarankan pengaturan porsi dan frekuensi makan sebagai kunci utama menjaga kesehatan selama hari raya. Menurutnya, kebiasaan makan berlebihan saat silaturahmi sering menjadi pemicu gangguan metabolik.

Ia mengacu pada prinsip “Isi Piringku” sebagai panduan sederhana dalam menyusun menu. Dalam satu porsi makan, komposisi harus seimbang antara karbohidrat, protein, sayur, dan buah, serta cukup cairan.

“Karbohidrat bisa dari ketupat atau nasi, protein dari daging, ayam, atau telur. Jangan lupakan sayur dan buah karena berperan penting untuk serat, vitamin, dan mineral,” ujarnya.

Kondisi di lapangan sering berbeda. Banyak orang lebih memilih makanan bersantan dan kue manis, sementara sayur dan buah justru terpinggirkan. Pola seperti itu berisiko mengganggu pencernaan dan keseimbangan nutrisi tubuh.

Lailatul mengingatkan, konsumsi berlebih dapat memicu sejumlah masalah kesehatan. Berat badan mudah naik, kadar kolesterol meningkat, hingga gangguan pencernaan seperti kembung dan mual. Bagi penderita diabetes, lonjakan gula darah juga menjadi ancaman nyata.

“Kue kering tinggi gula menambah kalori, tetapi tidak memberi rasa kenyang. Karena itu, tetap perlu kendali saat menyantapnya,” katanya.

Ia menyarankan untuk mengutamakan makanan utama sebelum mencicipi kue, memperbanyak sayur dan buah, serta membatasi santan dan makanan berlemak. Asupan air putih juga perlu dijaga, terutama saat berpindah dari satu rumah ke rumah lain.

Menurutnya, menikmati hidangan Lebaran bukan hal yang dilarang. Namun, keseimbangan tetap harus dijaga agar tubuh tidak terbebani.

“Silaturahmi tetap jalan, kesehatan juga harus dijaga,” tutupnya