Pixel Code jatimnow.com

Hanaka Social Space, Hidden Gem Tempat Nongkrong di Surabaya yang Bikin Betah

Kuliner Jumat, 17 Apr 2026 13:54 WIB
Suasana malam di Hanaka Social Space menghadirkan perpaduan ruang terbuka, live music, dan area kerja santai, menciptakan pengalaman nongkrong yang membuat pengunjung betah berlama-lama. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Suasana malam di Hanaka Social Space menghadirkan perpaduan ruang terbuka, live music, dan area kerja santai, menciptakan pengalaman nongkrong yang membuat pengunjung betah berlama-lama. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pencarian tempat nongkrong di Surabaya terus meningkat. Pilihannya memang banyak, dari kafe estetik hingga tempat hangout murah.

Namun tidak semua mampu memberi alasan untuk kembali. Di antara banyak opsi, Hanaka Social Space perlahan muncul sebagai hidden gem yang mulai diperbincangkan.

Bertengger di Jl. Flores No.18, Ngagel, Wonokromo, Hanaka Social Space bukan sekadar cafe di Surabaya. Tempat ini hidup hampir sepanjang hari, dari pagi untuk nugas hingga malam untuk nongkrong santai. Buka pukul 09.00 hingga 03.00 WIB, ritme pengunjung berganti tanpa kehilangan atmosfer.

Fenomena yang ditangkap Hanaka cukup jelas. Nongkrong kini bukan hanya soal kopi atau makanan, tetapi pengalaman yang dirasakan selama berada di dalam ruang.

Bang Yok nongkrong santai di Hanaka Social Space sambil bekerja. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)Bang Yok nongkrong santai di Hanaka Social Space sambil bekerja. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

Owner Hanaka Social Space, Prasetyo Hadi Susanto, melihat perubahan tersebut sebagai arah baru industri F&B.

“Makanan pasti dicari. Tapi yang membuat orang datang lagi adalah pengalaman yang mereka rasakan di tempat itu,” ujarnya saat ditemui di Hanaka Social Space, Kamis (16/4/2026) malam.

Masuk ke Hanaka Social Space, pengunjung tidak langsung menemukan satu suasana tunggal. Ruang terasa terbagi dalam beberapa karakter.

Area depan dengan pencahayaan hangat memberi efek rileks, cocok bagi pekerja yang mencari tempat nongkrong di Surabaya setelah jam kantor. Sementara bagian belakang lebih terang dan tenang, sering dipilih untuk kerja remote atau diskusi.

Desain tersebut bukan kebetulan. Pengusaha Surabaya yang sudah memiliki puluhan entitas bisnis yang akrab disapa Bang Yok itu menyebut, warna kuning di depan memberi energi. Putih di belakang lebih tenang dan eksklusif.

Pilihan ruangnya juga fleksibel. Indoor, outdoor, smoking, non-smoking, hingga VIP dan VVIP tersedia. Pengunjung bebas menyesuaikan kebutuhan, baik untuk santai, meeting, atau sekadar menghabiskan waktu.

Tempat Nongkrong Sekaligus Tempat Nugas

Salah satu keunggulan Hanaka adalah kemampuannya menjembatani dua kebutuhan, yakni nongkrong dan produktivitas.

Banyak cafe Surabaya gagal di titik ini. Terlalu santai membuat sulit fokus, terlalu formal membuat suasana kaku. Hanaka menemukan titik tengah.

Aktivitas pengunjung di Hanaka Social Space menunjukkan fungsi ruang yang fleksibel, dari tempat nugas dan diskusi hingga nongkrong santai dalam satu suasana yang tetap nyaman dan hidup.(Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)Aktivitas pengunjung di Hanaka Social Space menunjukkan fungsi ruang yang fleksibel, dari tempat nugas dan diskusi hingga nongkrong santai dalam satu suasana yang tetap nyaman dan hidup.(Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

Wi-Fi stabil, kursi nyaman, dan meja yang cukup luas membuat tempat ini sering masuk daftar tempat nugas di Surabaya. Namun suasana tetap cair. Obrolan mengalir, musik tetap hadir tanpa mengganggu.

Saat malam tiba, atmosfer berubah. Live music mulai mengisi ruang. Di waktu tertentu, DJ performance hadir, menjadikan Hanaka juga relevan sebagai tempat nongkrong malam Surabaya.

Yang membuat Hanaka Social Space berbeda dari banyak cafe di Surabaya bukan hanya desain atau menu, tetapi komunitas.

Alumnus S1 Unitomo Surabaya dan alumus Magister Ilmu Ekonomi (MIE) FEB Universitas Trisakti itu bercerita, tempat ini rutin menjadi lokasi berbagai kegiatan. Mulai workshop, diskusi, hingga nonton bareng dalam konsep movie freak community. Aktivitas tersebut membuat pengunjung merasa lebih dari sekadar pelanggan.

“Kami ingin ada ruang untuk orang berbagi cerita, bahkan lewat film. Jadi bukan sekadar nobar, tapi ada pengalaman,” kata Bang Yok.

Di kota besar, kebutuhan akan ruang seperti ini semakin terasa. Orang mencari tempat untuk terhubung tanpa tekanan formal.

Yang lebih menarik, di tengah tren cafe estetik Surabaya dengan harga tinggi, Hanaka memilih tetap rasional.

Salah satu menu andalan di Hanaka Social Space menghadirkan pilihan rice bowl dan snack dengan tampilan menarik serta harga terjangkau, melengkapi pengalaman nongkrong yang tidak sekadar soal rasa.(Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)Salah satu menu andalan di Hanaka Social Space menghadirkan pilihan rice bowl dan snack dengan tampilan menarik serta harga terjangkau, melengkapi pengalaman nongkrong yang tidak sekadar soal rasa.(Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

Harga minuman mulai Rp14 ribu hingga Rp28 ribu. Makanan berkisar Rp14 ribu sampai Rp28 ribu. Rentang tersebut masih masuk kategori cafe murah Surabaya dengan fasilitas lengkap.

Menu yang ditawarkan juga cukup variatif. Selain kopi klasik, tersedia pilihan unik seperti cendol coffee dan blue cheese latte.

Untuk makanan, tersedia snack hingga menu utama seperti rice bowl dan pasta. Pengunjung tidak perlu berpindah tempat untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

Hanaka bukan bisnis yang lahir tanpa arah. Bang Yok membawa pengalaman lebih dari 20 tahun di berbagai bidang sebelum fokus ke F&B sejak 2019.

Berbagai konsep kuliner pernah dijalankan di Jakarta, Tangerang, dan Surabaya. Dari sana, ia menemukan satu pola, produk saja tidak cukup.

“Sekarang yang dicari itu suasana, interaksi, dan momen. Itu yang diingat orang,” ujarnya.

Nama Hanaka sendiri diambil dari dua anak kembarnya, Hana dan Haka. Ada sentuhan personal yang ikut membentuk karakter tempat ini.

Barista di Hanaka Social Space meracik kopi dengan standar kualitas yang dijaga, menghadirkan cita rasa yang konsisten sebagai bagian dari pengalaman nongkrong yang ditawarkan. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)Barista di Hanaka Social Space meracik kopi dengan standar kualitas yang dijaga, menghadirkan cita rasa yang konsisten sebagai bagian dari pengalaman nongkrong yang ditawarkan. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

Kenapa Hanaka layak masuk daftar rekomendasi cafe di Surabaya? Di tengah padatnya pilihan tempat nongkrong, tidak banyak yang mampu menghadirkan pengalaman yang benar-benar seimbang.

Hanaka Social Space menawarkan kombinasi yang jarang ditemukan, suasana fleksibel yang bisa dipakai untuk kerja maupun hangout, komunitas yang aktif dan terasa hidup.

Hiburan yang mengalir dari live music hingga DJ performance, serta harga yang tetap terjangkau dengan fasilitas lengkap.

Lebih dari itu, Hanaka memberi alasan sederhana yang sering dicari banyak orang, rasa ingin kembali.

“Kalau hanya cari makan atau minum, banyak tempat. Tapi kalau cari tempat untuk datang dengan pikiran penuh dan pulang dengan rasa yang utuh, di situ kami hadir,” tandas Bang Yok.

Hanaka Social Space mungkin bukan yang paling mencolok di Surabaya. Namun justru di situlah kekuatannya. Ia tidak memaksa untuk terlihat, tapi cukup kuat untuk diingat.