Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Lamongan Resmi Dimulai, Bupati Jadi yang Pertama
Pemerintahan Senin, 15 Jun 2026 15:20 WIBjatimnow.com - Sebanayak 1.258 petugas Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Lamongan dilepas sebagai tanda dimulainya pemutakhiran data ekonomi masyarakat.
Sensus ekonomi dilakukan 10 tahun sekali sebagai barometer kondisi perekonomian di sebuah wilayah oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Nantinya, data yang dihimpun oleh petugas sensus akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pemerintah untuk mendoring transformasi dan petumbuhan ekonomi di masyarakat.
"Pemkab Lamongan tentu akan juga memperoleh data yang lebih lengkap mengenai pelaku usaha, perkembangan ekonomi digital, sektor-sektor unggulan daerah," ungkap Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, Senin (15/6/2026).
Menjadi responden pertama Sensus Ekonomi 2026 di Lamongan, Pak Yes mengajak ASN, pelaku usaha, dan masyarakat untuk berpartisipasi aktif serta memberikan informasi yang benar sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
"Tentu di tengah perubahan struktur ekonomi ini, perkembangan teknologi digital, munculnya model ekonomi usaha baru, serta dinamika ekonomi global kita membutuhkan data yang semakin rinci, akurat, dan mutakhir, karena itu melalui sensus ekonomi 2026 ini semua harus tercatat, semua harus terdata," bebernya.
Sementara itu, Kepala BPS Lamongan, Hermanto menyebut data yang dihimpun meliputi jumlah usaha yang beroperasi, jumlah tenaga kerja yang diserap, total pendapatan dan pengeluaran usaha, nilai aset, keuntungan, hingga permintaan potensi usaha baru yang berkembang di masyarakat.
"Melalui data tersebut pemerintah dapat melihat secara lebih akurat sektor ekonomi yang tumbuh, sektor yang membutuhkan dukungan, serta peluang investasi yang dapat dikembangkan di Kabupaten Lamongan," ujarnya.
Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Lamongan, lanjutnya, melibatkan sebanyak 1.258 petugas, yang terdiri dari 1.108 petugas pendataan lapangan dan 150 petugas pemeriksa lapangan yang tersebar di seluruh kecamatan.