Pixel Code jatimnow.com

Kondisi Terkini Anak di Surabaya yang Dihamili Ayahnya

Pemerintahan 5 jam yang lalu
Kepala Dinas DP3A-PPKB Surabaya, Ida Widayati
Kepala Dinas DP3A-PPKB Surabaya, Ida Widayati

jatimnow.com - Seorang anak di Surabaya yang dsetubuhi ayahnya hingga hamil mendapat perlindungan sosial dari Pemkot Surabaya. 

Kepala Dinas DP3A-PPKB Surabaya, Ida Widayati memastikan jaminan perlindungan dan pendampingan bagi korban dari segala aspek, mulai dari psikologi, kesehatan, hukum, hingga pendidikan tengah dilakukan.

Menurutnya, saat ini kondisi fisik remaja tersebut dalam keadaan baik dan sehat. Namun, mengingat korban sedang dalam kondisi hamil, intervensi yang diberikan menjadi jauh lebih intensif.

Ida menjelaskan bahwa Pemkot Surabaya menerapkan skema perlindungan berlapis untuk memastikan hak-hak anak tersebut tetap terpenuhi.

“Kami melakukan pendampingan berkala oleh psikolog profesional serta konselor rutin. Selain itu, juga dilakukan stress release lewat pendekatan keagamaan,” terang Ida, Rabu (3/7/2026).

Mengenai kesehatan, pihaknya memastikan pengawasan intensif akan dilakukan untuk memantau kondisi fisik ibu dan janin hingga proses persalinan yang aman. 

"Hak belajar korban juga tetap berjalan sampai saat ini, karena sekolah online atau daringnya tetap berlangsung,” imbuhnya.

DP3A-PPKB juga Komitmen penuh untuk terus mendampingi anak selama menjalani seluruh proses hukum, baik saat pemeriksaan di kepolisian hingga persidangan.

Terkait keberadaan, Ida menjelaskan bahwa korban tidak menempati shelter milik Pemkot Surabaya. Menurutnya, keputusan tersebut didasarkan atas kenyamanan psikologis sang anak. 

"Saat ini korban lebih nyaman untuk tinggal di rumah aman milik yayasan gereja. Kami dari pihak Pemkot tidak memaksa (ke shelter), asalkan korban berada dalam kondisi yang sehat, aman, dan nyaman," jelas Ida.

Meski demikian, Pemkot Surabaya terus berkoordinasi dengan pihak gereja setempat untuk memantau perkembangan psikologis anak secara berkala.

Selain fokus pada anak, edukasi khusus juga telah diberikan kepada pihak keluarga besar, terutama kepada ibu kandung korban, agar dapat memberikan dukungan moral terbaik dalam menghadapi masa sulit ini. 

“Pendampingan akan terus kami lakukan menyesuaikan stabilitas kondisi kesehatan fisik dan mental korban hingga ia siap bersosialisasi dan bersekolah kembali dengan normal,” tegasnya.