Pixel Code jatimnow.com

BFI Finance Hadirkan Pembiayaan Syariah untuk Industri Printing di SPE 2026

Ekonomi Rabu, 08 Jul 2026 16:56 WIB
BFI Finance menawarkan pembiayaan mesin konvensional dan syariah serta promo khusus di Surabaya Printing Expo 2026. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
BFI Finance menawarkan pembiayaan mesin konvensional dan syariah serta promo khusus di Surabaya Printing Expo 2026. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pelaku industri percetakan kini memiliki akses pembiayaan yang lebih mudah untuk memperbarui mesin produksi dan memperluas kapasitas usaha. PT BFI Finance Indonesia Tbk kembali hadir dalam Surabaya Printing Expo (SPE) 2026 dengan menawarkan berbagai solusi pembiayaan bagi pengusaha printing yang ingin berinvestasi pada teknologi terbaru.

Pameran yang berlangsung pada 8–11 Juli 2026 di Grand City Convex Surabaya menjadi ajang bagi perusahaan multifinance tersebut untuk memperkenalkan skema pembiayaan mesin yang diklaim dapat membantu pelaku usaha melakukan ekspansi tanpa membebani arus kas perusahaan.

Machinery Business Head BFI Finance, Amelia Tjahjadi, mengatakan industri percetakan masih menjadi salah satu sektor dengan kebutuhan investasi mesin yang tinggi seiring perkembangan teknologi dan meningkatnya permintaan pasar.

"Industri printing terus berkembang dan membutuhkan investasi untuk meningkatkan kualitas mesin produksi. Kehadiran BFI Finance di Surabaya Printing Expo merupakan komitmen kami memberikan akses pembiayaan yang cepat, fleksibel, dan sesuai kebutuhan pelaku usaha," ujar Amelia.

Selama penyelenggaraan pameran, BFI Finance juga menawarkan sejumlah promo, antara lain bunga 0 persen untuk supplier rekanan tertentu melalui skema subsidi, potongan biaya provisi menjadi 0,75 persen dari tarif normal 1,25 persen, serta bebas biaya administrasi.

Layanan pembiayaan tidak hanya mencakup mesin digital printing, offset, mesin A3+, Direct to Garment (DTG), Direct to Film (DTF), hingga laser cutting. Perusahaan juga melayani pembiayaan mesin untuk sektor manufaktur, woodworking, kesehatan, dan peralatan teknologi informasi.

Menurut BFI Finance, mesin industri printing masih menjadi salah satu kategori pembiayaan terbesar di wilayah Jawa Timur. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya minat pelaku usaha dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi melalui investasi peralatan baru.

Tahun ini perusahaan juga memperkenalkan layanan pembiayaan mesin berbasis syariah dengan akad murabahah. Skema tersebut menjadi alternatif bagi pelaku usaha yang menginginkan pembiayaan sesuai prinsip syariah.

"Kebutuhan pelaku usaha semakin beragam. Karena itu, selain pembiayaan konvensional, kami menghadirkan pembiayaan mesin syariah agar pelanggan memiliki lebih banyak pilihan sesuai preferensi mereka," kata Amelia.

Area Manager Business Surabaya BFI Finance, Fransisca Kusuma Dewi, menilai Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan industri manufaktur dan percetakan nasional.

"Melalui Surabaya Printing Expo, kami ingin semakin dekat dengan pelaku usaha dan memberikan solusi pembiayaan yang membantu peningkatan kapasitas bisnis sekaligus membuka peluang pertumbuhan di masa mendatang," ujar Fransisca.

Untuk mempermudah layanan, BFI Finance melayani pembiayaan mesin melalui dua kantor cabang di Surabaya, yakni Cabang Surabaya 1 di kawasan RMI Bratang dan Cabang Surabaya 3 di Kapas Krampung.

Melalui partisipasi dalam SPE 2026, BFI Finance berharap dapat mendukung modernisasi mesin produksi nasional sekaligus memperkuat daya saing industri percetakan di Indonesia.