4 Fakta Penemuan Bom Udara di Blitar: Berbobot 100 Kg, Dipastikan Masih Aktif
Peristiwa 22 jam yang lalujatimnow.com - Penemuan sebuah bom udara (aircraft bomb) di aliran Sungai Jalan Manggar, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, menggegerkan warga. Benda yang awalnya dikira mortir itu ternyata dipastikan masih aktif setelah diperiksa oleh Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Jawa Timur.
Bom tersebut kemudian dievakuasi oleh tim gabungan Polres Blitar Kota, Tim Jibom Brimob Polda Jatim, dan BPBD Kota Blitar. Berikut empat fakta di balik penemuan bom udara tersebut.
1. Berawal dari Laporan Warga yang Menemukan Benda Mencurigakan
Penemuan bom bermula ketika seorang warga bernama Oki Eka melihat benda menyerupai mortir di dasar aliran Sungai Jalan Manggar pada Rabu (8/7/2026). Temuan itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Merespons laporan tersebut, personel Polres Blitar Kota langsung mendatangi lokasi untuk melakukan sterilisasi dengan memasang garis polisi serta meminta bantuan Tim Jibom Brimob Polda Jawa Timur guna memastikan jenis benda tersebut.
Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo mengatakan proses identifikasi sengaja melibatkan personel yang memiliki keahlian khusus demi menjamin keselamatan.
“Terkait benda yang dicurigai tersebut, kami sudah meminta bantuan Tim Jibom Brimob Polda Jawa Timur untuk memastikan jenis benda tersebut,” kata AKBP Kalfaris, Jumat (10/7/2026).
Selama proses identifikasi berlangsung, masyarakat diminta tidak mendekati maupun menyentuh benda tersebut karena diduga mengandung bahan peledak.
2. Evakuasi Terkendala Batu Besar yang Menutupi Bom
Proses pengangkatan bom berlangsung cukup rumit. Posisi bom berada di bawah batu berukuran besar sehingga tidak bisa langsung dievakuasi.
Tim gabungan harus menggunakan rantai dan alat derek milik BPBD Kota Blitar untuk memindahkan batu tersebut. Setelah hambatan berhasil disingkirkan, bom akhirnya dapat diangkat dari dasar sungai dengan prosedur pengamanan yang ketat.
Keberhasilan evakuasi menjadi salah satu tahapan penting sebelum tim memastikan kondisi bom dan membawanya ke lokasi yang lebih aman.
3. Bom Masih Aktif dengan Bobot Diperkirakan Mencapai 100 Kilogram
Hasil pemeriksaan Tim Jibom Brimob Polda Jawa Timur memastikan benda tersebut merupakan bom udara (aircraft bomb) yang masih aktif.
AKBP Kalfaris menjelaskan, bom memiliki panjang sekitar 1,5 meter dengan diameter sekitar 25 hingga 30 sentimeter. Bobotnya diperkirakan berkisar antara 50 hingga 100 kilogram.
“Tim berhasil mengangkat benda tersebut yang ternyata memang merupakan bom udara atau aircraft bomb. Untuk sementara bom tersebut langsung kami bawa menuju lokasi disposal yang aman dan jauh dari permukiman masyarakat,” ungkap AKBP Kalfaris.
Meski kondisi fisik bom telah dipenuhi karat akibat lama terendam di dalam sungai, hasil pemeriksaan menunjukkan bahan peledak di dalamnya masih aktif. Karena itu, penanganan dilakukan dengan prosedur khusus oleh Tim Jibom.
4. Diduga Peninggalan Masa Perang, Dimusnahkan Jauh dari Permukiman
Usai dievakuasi, bom langsung dibawa menuju lokasi disposal yang telah ditentukan untuk dimusnahkan sesuai standar operasional prosedur (SOP) Tim Jibom Brimob Polda Jawa Timur.
Lokasi pemusnahan dipilih jauh dari kawasan permukiman guna meminimalkan risiko terhadap masyarakat.
Kapolres Blitar Kota mengatakan hingga kini asal-usul bom tersebut masih belum dapat dipastikan. Namun, berdasarkan bentuk dan karakteristiknya, bom diduga merupakan peninggalan masa perang yang telah berada di lokasi selama puluhan tahun.
Polres Blitar Kota juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, ataupun mencoba membuka benda mencurigakan yang diduga merupakan bahan peledak.
Apabila menemukan benda serupa, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada kepolisian melalui layanan darurat 110 agar dapat ditangani oleh personel yang memiliki kompetensi khusus.