Jember Punya Sekolah Rakyat, Gus Fawait: Tak Ada Putus Sekolah Karena Ekonomi
Pemerintahan 18 jam yang lalujatimnow.com - Bupati Jember Muhammad Fawait memberikan peringatan keras kepada seluruh camat dan lurah di wilayahnya. Ia menegaskan tidak boleh ada lagi anak di Kabupaten Jember yang putus sekolah hanya karena terkendala masalah ekonomi atau biaya.
Pernyataan tegas ini disampaikan pria yang akrab disapa Gus Fawait tersebut usai meninjau proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) megah di Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, Jember, Kamis (9/7/2026).
"Saya minta pak camat dan pak lurah untuk turun ke bawah. Jadi nanti kalau sampai ada warga di kecamatan atau di kelurahan yang tidak bisa sekolah karena faktor ekonomi, yang pertama kali saya salahkan adalah Pak Camat dan Pak Lurahnya," tegasnya.
Ia menilai, kehadiran Sekolah Rakyat dengan fasilitas premium di Jember seharusnya menjadi solusi mutlak bagi pengentasan kemiskinan lewat jalur pendidikan. Oleh karena itu, aparatur kewilayahan wajib proaktif memastikan program ini tepat sasaran.
"Kita sudah sampaikan, jangan sampai ada yang putus sekolah karena faktor biaya. Sekolah terbaik dan terbesar di Jember ini justru diperuntukkan khusus bagi warga yang tidak mampu," lanjutnya.
Sadar bahwa jajaran pemerintah memiliki keterbatasan ruang pandang, Gus Fawait turut menggandeng insan pers, media, serta seluruh lapisan masyarakat untuk ikut mengawal program ini. Ia meminta semua pihak segera melapor atau mendaftarkan anak-anak dari keluarga prasejahtera agar bisa masuk ke Sekolah Rakyat.
"Bantu kami kawan-kawan, jangan sampai ada anak Jember yang tidak mampu, bahkan yang ada di jalan-jalan, tidak sekolah karena faktor biaya," pintanya.
Sebagai informasi, Sekolah Rakyat Jember yang melayani jenjang SD, SMP, hingga SMA ini menyediakan fasilitas serba gratis yang sangat mewah. Mulai dari asrama dengan kamar yang nyaman, fasilitas ibadah, satu anak satu laptop, hingga jaminan makan tiga kali sehari dan camilan dua kali sehari.
Bahkan, intervensi pemerintah juga menyasar ke sektor domestik. Jika rumah orang tua siswa dinilai masuk kategori tidak layak huni, Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen untuk melakukan bedah rumah.
Demi menyukseskan program pengentasan kemiskinan ekstrem ini, Gus Fawait menginstruksikan seluruh jajaran dinas terkait untuk bergerak bersama secara terintegrasi.
"Pemkab Jember siap bersinergi dengan pemerintah pusat. Kita datang ramai-ramai melibatkan Dinsos, Dinas Pendidikan, dan instansi lainnya. Ini menunjukkan bahwa kita siap bergerak bersama," jelasnya.
Gus Fawait kembali mengingatkan jajarannya untuk memastikan keadilan akses pendidikan ini merata di seluruh pelosok Jember.
"Kami juga siap bersinergi dengan Kementerian Sosial dan pihak terkait lainnya untuk menyukseskan program ini. Intinya, tidak boleh lagi ada anak Indonesia di Jember yang putus sekolah gara-gara masalah ekonomi," pungkasnya.