Pixel Code jatimnow.com

PDP Kahyangan Jember Bidik Peningkatan Produktivitas Kopi dan Garap Sektor Hilir

Pemerintahan Selasa, 07 Jul 2026 12:30 WIB
AKtivitas panen kopi di kebun yang dikelola PDP Kahyangan Jember. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
AKtivitas panen kopi di kebun yang dikelola PDP Kahyangan Jember. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan Jember sukses mencatatkan produksi kopi hingga ratusan ton setiap tahunnya. Saat ini, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini membidik peningkatan produktivitas sekaligus mulai memperluas ekspansi ke sektor hilir.

Direktur Produksi, Pemasaran, dan Pengembangan PDP Kahyangan, Nyoman Aribowo, menyatakan bahwa perusahaan tidak ingin lagi sekadar menjual kopi dalam bentuk biji mentah (green bean). PDP Kahyangan berkomitmen untuk mengembangkan produk olahan kopi siap konsumsi yang memiliki keunggulan rasa yang khas.

"Kopi itu dari sektor budidaya diuntungkan oleh kualitas, dan di sektor hilirnya nilai tambah bisa didapat dari proses pengolahan. Hal itu yang bisa menghasilkan produk olahan berkualitas tinggi," ujar Nyoman, Senin (6/7/2026).

Salah satu strategi utama PDP Kahyangan dalam menjaga kualitas adalah dengan mempertahankan metode budidaya kopi organik. Untuk musim panen tahun 2026 ini, proses pemetikan berlangsung berkala mulai dari bulan Mei hingga September.

Saat ini, PDP Kahyangan mengelola lima area perkebunan. Salah satunya adalah Perkebunan Gunung Pasang, yang pada awal musim panen mampu menghasilkan sekitar 1 hingga 1,5 ton kopi.

"Kalau ditotal per tahun, produksi kopi PDP Kahyangan berada di kisaran 100 ton. Untuk harga di pasaran sangat bergantung pada kualitas tertinggi. Di sini kami menerapkan kultur petik merah, dengan harga jual pasaran mencapai Rp70 ribu per kilogram," terangnya.

Di bawah nakhoda jajaran direksi yang baru, PDP Kahyangan akan merombak total sistem tanam yang selama ini mengandalkan model tumpangsari antara kopi dan karet. Kebijakan baru ini diambil demi mendongkrak produktivitas kedua komoditas utama tersebut secara maksimal.

Menurut Nyoman, pohon karet yang sudah berusia tua atau berukuran besar sering kali menghalangi sinar matahari, sehingga pertumbuhan tanaman kopi di bawahnya tidak bisa maksimal.

"Makanya ke depan kita intensifkan. Kita tidak lagi mengejar target luasan lahan, melainkan mengandalkan produktivitas per hektar," jelasnya.

Melalui strategi baru ini, lahan perkebunan akan dikelompokkan secara khusus. Tanaman kopi dan karet tidak lagi dicampur dalam satu area yang sama.

"Misal kopi ditanam di lahan 500 hektar, maka area tersebut memang khusus untuk kopi. Begitu juga dengan karet, akan ditanam secara khusus di lahan tersendiri. Intinya, kami menerapkan prinsip Fokus, Serius, dan Benar," tegas Nyoman.

Mengenai serapan pasar, Nyoman mengaku sama sekali tidak khawatir dengan penjualan komoditas milik BUMD Jember ini. Produk kopi dan karet milik PDP Kahyangan diklaim sudah memiliki basis pelanggan setia yang sangat luas.

"Bisa dibilang 'tutup mata' pun produk kami pasti laku. Secara penjualan, baik karet maupun kopi milik PDP ini peminat dan pembelinya sudah mengantre banyak," akunya optimistis.

Melihat potensi rantai produksi yang sudah matang dari hulu ke hilir, PDP Kahyangan juga berencana membuka peluang edu-wisata bagi pelajar dan mahasiswa. Wisatawan nantinya bisa melihat langsung seluruh proses pengolahan kopi secara komprehensif.

Apalagi, fasilitas pengolahan di PDP Kahyangan tergolong sangat lengkap. Mulai dari proses pemanenan buah, penyortiran di bak penampungan, pengeringan menggunakan mesin mason dryer, hingga tahap akhir pengemasan produk.