Pixel Code jatimnow.com

Hampir Dua Tahun Terbengkalai, Eks Transmart Surabaya Dibuka Paksa

Peristiwa Selasa, 14 Jul 2026 14:33 WIB
PT Benoa Nusantara membuka paksa eks gedung Transmart Ngagel Surabaya dan mengklaim menemukan sejumlah kerusakan serta belum ada serah terima resmi. (Foto/jatimnow.com)
PT Benoa Nusantara membuka paksa eks gedung Transmart Ngagel Surabaya dan mengklaim menemukan sejumlah kerusakan serta belum ada serah terima resmi. (Foto/jatimnow.com)

jatimnow.com - PT Benoa Nusantara membuka paksa gedung bekas Transmart di Jalan Raya Ngagel, Surabaya, setelah bangunan tersebut hampir dua tahun tidak beroperasi. Pembukaan dilakukan karena perusahaan mengaku belum pernah menerima serah terima resmi dari penyewa meski pusat perbelanjaan itu telah lama ditutup.

Direktur PT Benoa Nusantara, Sukartono, mengatakan langkah tersebut ditempuh setelah pihaknya mengundang manajemen Transmart untuk melakukan pemeriksaan kondisi gedung secara bersama-sama. Namun hingga jadwal yang ditentukan, tidak ada perwakilan Transmart yang hadir.

"Kami sudah mengundang untuk audit bersama, tetapi mereka tidak datang. Karena kami juga tidak memegang kunci, akhirnya gedung ini terpaksa kami buka," kata Sukartono kepada wartawan, Selasa (14/7)

Menurutnya, persoalan utama bukan hanya berhentinya operasional pusat perbelanjaan, tetapi belum terlaksananya proses serah terima sebagaimana diatur dalam perjanjian sewa. Hingga kini, kata dia, kunci bangunan juga belum dikembalikan kepada pemilik.

"Serah terima itu harus dilakukan kedua belah pihak. Kunci harus diserahkan dan kondisi gedung dikembalikan sebagaimana saat kami menyerahkan kepada penyewa. Sampai sekarang itu belum terjadi," ujarnya.

Sukartono mengungkapkan kontrak sewa gedung masih berlaku hingga 2033. Karena itu, jika kerja sama diakhiri lebih awal, seluruh kewajiban pengembalian aset tetap harus mengacu pada isi perjanjian.

Ia menjelaskan, pada 2024 Transmart telah menyampaikan pemberitahuan penutupan operasional dan mulai mengosongkan barang dari dalam gedung. Namun surat yang menyatakan pengelolaan bangunan kembali kepada PT Benoa Nusantara baru diterima beberapa hari lalu.

"Seharusnya surat itu disampaikan sejak operasional dihentikan, bukan setelah bangunan lama ditinggalkan," ucapnya.

Setelah berhasil masuk ke dalam gedung, tim PT Benoa Nusantara melakukan pemeriksaan awal. Hasil sementara menunjukkan sejumlah fasilitas dalam kondisi rusak.

Listrik dilaporkan terputus sehingga seluruh ruangan gelap. Beberapa plafon berlubang akibat bekas instalasi lampu, kabel-kabel berserakan, dan sebagian interior telah dibongkar.

Tim juga mengaku menemukan sejumlah komponen bangunan yang hilang, antara lain nozzle hydrant, perangkat pintu otomatis, hingga perlengkapan gedung lainnya. Travellator disebut mengalami kerusakan setelah lama tidak dioperasikan.

Di area bermain anak, dekorasi masih menempel di dinding dengan kondisi sebagian rusak. Sementara saluran pipa pendingin udara ditemukan jebol dan bekas material promosi masih melekat pada sejumlah dinding.

Saat ini perusahaan masih melakukan audit menyeluruh untuk menghitung tingkat kerusakan beserta estimasi biaya pemulihan.

Selain kerusakan fisik, Sukartono menilai kerugian terbesar berasal dari tidak termanfaatkannya gedung selama hampir dua tahun.

Menurutnya, saat Transmart masih beroperasi, kawasan tersebut menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi yang melibatkan pelaku UMKM, pedagang, penyedia jasa transportasi, hingga sektor pendukung lainnya.

"Yang kami sesalkan bukan hanya kondisi gedung, tetapi kesempatan ekonomi yang ikut hilang. Bangunan sebesar ini seharusnya bisa segera dimanfaatkan kembali agar aktivitas usaha di kawasan sekitar hidup lagi," katanya.

PT Benoa Nusantara berharap seluruh kewajiban Transmart dapat diselesaikan sesuai perjanjian, termasuk proses serah terima, pengembalian kondisi bangunan, serta penyelesaian kewajiban yang masih menjadi tanggung jawab penyewa.

Usai proses audit rampung, perusahaan berencana segera mengaktifkan kembali fungsi gedung tersebut agar dapat dimanfaatkan untuk kegiatan usaha dan membuka peluang investasi baru.

Disclaimer: Informasi mengenai kondisi gedung, dugaan kerusakan, kewajiban kontraktual, serta kerugian dalam pemberitaan ini merupakan pernyataan dari PT Benoa Nusantara. Redaksi belum memperoleh konfirmasi dari pihak PT Trans Retail Indonesia (Transmart). Hak jawab dan klarifikasi dari pihak terkait akan dimuat pada kesempatan pertama setelah diterima redaksi, sesuai amanat Undang-Undang Pers.