Jejak KKN Sejak 1994, Unitomo Resmikan Jalan di Bejijong Mojokerto
Wiyata 2 jam yang lalujatimnow.com - Sebanyak 154 mahasiswa Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Program yang tersebar di 14 RT di Dusun Kedung Wulan dan Dusun Bejijong itu mendapat peninjauan langsung dari jajaran pimpinan Unitomo pada Selasa (18/8/2026).
Rektor Unitomo Prof. Siti Marwiyah datang bersama Wakil Rektor 1 Amirul Mustofa, Wakil Rektor 2 Sucipto, serta pimpinan dan staf Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).
Selain memantau empat program utama KKN, rombongan meresmikan penamaan Jalan Unitomo di RT 02 RW 02 Dusun Bejijong.
Penamaan jalan menjadi penanda hubungan Unitomo dengan Desa Bejijong yang telah terjalin sejak 1994. Saat itu, mahasiswa Unitomo juga pernah melaksanakan KKN di lokasi yang sama.
Prof. Siti Marwiyah mengatakan kehadiran pimpinan kampus di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya memastikan program pengabdian memberikan manfaat yang terukur.
“Melalui pelaksanaan KKN ini, mahasiswa hadir untuk memberikan solusi konkret atas tantangan yang dihadapi masyarakat Desa Bejijong. Kolaborasi yang erat antara perguruan tinggi dan pemerintah desa menjadi kunci utama dalam mendorong Desa Bejijong agar semakin berdaya saing global,” ujarnya.
Kepala Desa Bejijong Pradana Tera Mardiatna, yang merupakan alumni Fikom Unitomo, menyambut baik keterlibatan mahasiswa.
Menurut dia, sejumlah program seperti digitalisasi produk UMKM melalui e-katalog, pendampingan legalitas hak kekayaan intelektual (HKI), serta pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi sesuai dengan kebutuhan Bejijong sebagai desa wisata sejarah dan budaya di kawasan Trowulan.
“Program yang dijalankan mahasiswa sangat relevan untuk menunjang daya saing Bejijong,” kata Pradana.
Bagi mahasiswa, KKN juga menjadi ruang untuk menguji pengetahuan akademik melalui persoalan nyata di masyarakat.
Ketua kelompok mahasiswa KKN Unitomo, Ahmad Fathur Rosiki dari Program Studi Ilmu Hukum, mengatakan pendampingan warga memberi pengalaman sekaligus kesempatan menghasilkan program yang dapat diteruskan setelah KKN berakhir.
“Program yang kami rancang, seperti pembuatan e-katalog UMKM hingga kerajinan eco-tourism dari sampah plastik, mendapat respons yang sangat positif dari masyarakat,” tuturnya.
Unitomo berharap kolaborasi dengan Pemerintah Desa Bejijong tidak berhenti pada pelaksanaan KKN.
Kerja sama yang memiliki akar sejak 1994 itu diarahkan untuk memperkuat tata kelola BUMDes, legalitas produk UMKM, serta pengelolaan lingkungan guna mendukung perkembangan pariwisata berbasis potensi lokal.