Pixel Code jatimnow.com

4 Tim Indonesia Berebut Gelar Dalam Grand Final FFWS SEA 2026 Fall di Surabaya

Time Out Senin, 21 Sep 2026 10:11 WIB
Gelaran Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Fall berlangsung di Surabaya. (Foto: Fatkhur Rizky/jatimnow.com))
Gelaran Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Fall berlangsung di Surabaya. (Foto: Fatkhur Rizky/jatimnow.com))

jatimnow.com - Perebutan gelar juara Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Fall berlangsung di Surabaya. Sebanyak 12 tim dari Indonesia, Thailand dan Vietnam bertarung dalam Grand Final di Convention & Exhibition Hall, Tunjungan Plaza 3, Minggu (20/9/2026).

Indonesia menempatkan empat wakil dalam perebutan trofi tersebut. Mereka adalah Bigetron by Vitality, ONIC, RRQ Kazu dan MBR Omega.

Keempatnya harus berhadapan dengan delapan tim dari Thailand dan Vietnam untuk memperebutkan total hadiah US$300 ribu. Tak hanya trofi, delapan tim terbaik juga berhak melaju ke FFWS Global Finals 2026 di Bangkok.

Persaingan semakin menarik karena sejumlah tim datang dengan catatan kuat. Buriram United Esports, misalnya, merupakan juara FFWS SEA 2024 Fall yang juga digelar di Surabaya. Tim Thailand itu kemudian melanjutkan prestasinya dengan meraih gelar juara dunia pada FFWS Global Finals 2025 di Jakarta. Sementara Secret WAG menjadi salah satu ancaman dari Vietnam karena datang sebagai juara bertahan FFWS SEA.

Bagi Indonesia, Grand Final di Surabaya menjadi kesempatan untuk kembali meraih gelar sekaligus mencatatkan sejarah di kandang sendiri. Sejak FFWS SEA pertama digelar pada 2024, baru ONIC yang berhasil membawa pulang trofi untuk Indonesia melalui kemenangan pada FFWS SEA 2025 Spring di Vietnam.

Perburuan gelar tahun ini menggunakan format Champion Rush. Sebelum Grand Final, seluruh tim telah menjalani enam pertandingan Point Rush pada Sabtu (19/9/2026). Hasil pertandingan tersebut menjadi modal awal berupa headstart points.

Pada babak penentuan, tim harus mengumpulkan sedikitnya 110 poin untuk mendapatkan status Champion Rush. Setelah mencapai angka tersebut, mereka masih harus mengamankan Booyah untuk memastikan gelar juara.

Format ini membuat pertandingan tetap sulit ditebak sampai laga terakhir. Tim yang lebih dulu mencapai batas poin belum otomatis menjadi juara karena masih membutuhkan Booyah sebagai penentu.

Kembalinya FFWS SEA ke Surabaya juga menjadi bagian dari perjalanan panjang kompetisi Free Fire di Indonesia. Kota Pahlawan sebelumnya menjadi tuan rumah Grand Final FFWS SEA 2024 Fall.

Game Producer Garena Free Fire Indonesia, Christiandy Franciscus, mengatakan pengalaman penyelenggaraan pada 2024 menjadi salah satu alasan Garena kembali membawa panggung Asia Tenggara ke Surabaya.

"Surabaya itu sangat siap untuk menyelenggarakan atau menjadi tuan rumah kegiatan internasional level Asia Tenggara," ujarnya, Minggu (20/9/2026).

Menurut Christiandy, kesiapan tersebut tidak hanya dilihat dari venue. Antusiasme komunitas, akses transportasi, infrastruktur hingga fasilitas pendukung juga menjadi pertimbangan.

Ia menyebut dukungan terhadap FFWS SEA 2026 Fall bahkan datang dari berbagai daerah di Jawa Timur. Komunitas tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga kota-kota lain yang datang untuk menyaksikan langsung kompetisi.

Garena, lanjut dia, memang berupaya membawa pengalaman esports keluar dari Jakarta. Sebelumnya, berbagai kegiatan Free Fire telah digelar di sejumlah kota, seperti Bandung, Medan, Makassar, Palembang dan Yogyakarta.

"Karena Indonesia luas, ada banyak provinsi, banyak kota. Lalu kita ingin membagikan pengalaman-pengalaman ini ke komunitas-komunitas di luar Jakarta," tuturnya.

Di tengah persaingan tim-tim besar, MBR Omega menjadi perhatian karena mampu menembus Grand Final dari jalur komunitas. Tim tersebut kini berdiri sejajar dengan tiga wakil Indonesia lainnya untuk memperebutkan gelar Asia Tenggara.

Christiandy menilai perjalanan MBR menunjukkan terbukanya kesempatan bagi tim komunitas untuk berkembang ke level yang lebih tinggi.

"Kita sangat bangga dengan adanya MBR dari tim komunitas bisa sampai ke Grand Final. Dan peluangnya untuk juara cukup tinggi," katanya.

Ia berharap semakin banyak tim komunitas yang berkembang melalui kompetisi dan pembinaan sehingga regenerasi pemain terus berjalan dan ekosistem esports semakin berkelanjutan.

Selain pertandingan, Garena menghadirkan sejumlah aktivitas bagi pengunjung di Tunjungan Plaza. Mulai Booyah Wall, Shrinking Zone, Booyah Hunt, Photo Booth, Watch Party hingga turnamen komunitas disiapkan untuk meramaikan Grand Final.

Grand Final FFWS SEA 2026 Fall berlangsung mulai pukul 13.00 WIB. Empat wakil Indonesia kini punya satu target yang sama, membawa trofi Asia Tenggara dari Surabaya.