Mengenal Desa Pataan di Lamongan yang Sudah Berusia 994 Tahun
Time Out 5 jam yang lalujatimnow.com - Desa Pataan, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan resmi memasuki usia 994 tahun. Angka ini lebih tua dari Kabupaten Lamongan sendiri yang berusia 457 tahun.
Desa Pataan sendiri menjadi saksi kejayaan Raja Airlangga yang merupakan penguasa Kerajaan Kahuripan pada abad 10 hingga 11 masehi.
Desa ini menyimpan andil besar dalam lembaran sejarah Nusantara. Nama Pataan bersasal dari kata Patakan yang tercatat dalam sejumlah prasasti kuno dari masa pemerintahan Raja Airlangga.
Di desa inilah terdapat situs purbakala penting yang dikenal sebagai Situs Patakan atau Candi Pataan.
Salah satu bukti sejarah yakni adanya Situs Pataan dengan struktur bangunan candi serta petirtaan (struktur saluran/tempat air suci) yang terbuat dari batu kapur putih serta batuan andesit keras dengan pahatan khas era klasik.
Desa Pataan diyakini menjadi salah satu wilayah penting atau basis pertahanan pada masa pemerintahan Airlangga, bahkan dikaitkan dengan jalur pelarian maupun lokasi pusat-pusat istana awal sang raja sebelum berpindah ke daerah Daha (Kediri).
Selain Situs Pataan, di sekitar kawasan situs dan pekarangan warga, sering kali ditemukan pecahan gerabah kuno, fragmen keramik, hingga manik-manik yang menandakan bahwa kawasan tersebut dulunya merupakan area permukiman atau pusat aktivitas penting di masa lalu.
Usia desa yang hampir mencapai satu milenium ini membuktikan ketahanan kultur dan historis masyarakat setempat.
Tradisi kirab budaya dan tasyakuran yang rutin digelar warga setiap tahunnya bukan hanya sekadar perayaan hari jadi semata, tetapi juga wujud penghormatan serta upaya nyata generasi muda dan tokoh adat dalam merawat warisan leluhur agar tetap lestari di tengah zaman.
Kepala Desa Pataan, Bakri Cahyo Utomo mengabarkan bahwa perayaan 994 digelar sederhana dengan kirab budaya dan tasyakuran.
Kegiatan itu diharap dapat melestarikan akar budaya dan tradisi desa kepada kaula muda sebagai generasi penerus.
"Tradisi yang terus dirawat diharapkan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan sejarah masa lalu dengan harapan generasi mendatang," ujarnya, Senin (26/10/2026).
Menurutnya, perayaan hari jadi bisa menjadi momentum mengenang perjalanan panjang desa, mulai dari sejarah terbentuknya hingga berbagai perkembangan yang telah dicapai.
"Usia yang panjang itu menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan leluhur sekaligus membangun desa agar semakin maju dan sejahtera," tuturnya.