Pixel Code jatimnow.com

TNI Lumpuhkan 2 Anggota OPM di Nduga Papua, Bukti Drone Bantah Isu Sipil

Peristiwa 4 jam yang lalu
Gerak-gerik kelompok bersenjata saat meracik serangan terekam jelas lewat kamera drone pengintai yang memantau operasi penangkapan dari udara. (Foto/Tangkapan Layar)
Gerak-gerik kelompok bersenjata saat meracik serangan terekam jelas lewat kamera drone pengintai yang memantau operasi penangkapan dari udara. (Foto/Tangkapan Layar)

jatimnow.com - Satgas Rajawali VI Koops Habema menembak mati dua anggota kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) dalam baku tembak di Kampung Nonggoloid, Kenyam Komplek, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto menegaskan kedua korban tewas murni kombatan bersenjata, sekaligus membantah kabar burung di media sosial yang menarasikan korban sebagai warga sipil.

"Dua orang yang tewas adalah Keli Giban dan Cat Giban. Data valid intelijen memastikan mereka berdua anak buah Wariambo Wandikbo, Wakil Komandan Operasi Batalyon Wesem Kodap III Ndugama," ujar Lucky.

Masyarakat Kenyam menjuluki gerombolan Wariambo sebagai kelompok Si Raja Tega lantaran rekam jejak aksi kekerasan mereka yang kerap meneror penduduk lokal.

Insiden bermula saat patroli TNI menyisir area pemukiman Nonggoloid dan berpapasan dengan kawanan bersenjata. Pasukan lapangan sempat memberi peringatan persuasif agar mereka menyerahkan diri secara sukarela.

"Prajurit kami sudah meminta mereka menyerah baik-baik, tetapi imbauan itu malah dibalas rentetan tembakan peluru tajam membabi buta dari Keli Giban, Cat Giban, beserta empat rekannya," kata Lucky.

Gerak-gerik kelompok bersenjata saat meracik serangan terekam jelas lewat kamera drone pengintai yang memantau operasi penangkapan dari udara.

Penyisiran seusai kontak tembak menghasilkan temuan uang tunai puluhan juta rupiah, senapan angin modifikasi peluru tajam, empat kotak amunisi aktif, senjata tajam, hingga bendera Bintang Kejora.

"Fakta di lapangan serta rekaman visual membuktikan klaim OPM soal warga sipil itu fitnah murahan. Taktik manipulasi semacam itu pola lama yang sengaja mereka ulang untuk memojokkan aparat," tegas perwira tinggi bintang tiga itu.

Lucky memastikan seluruh langkah penindakan di medan tugas berjalan terukur sesuai aturan pelibatan militer dan prinsip penghormatan hak asasi manusia.

"Prajurit diinstruksikan menembak hanya saat sasaran nyata-nyata memegang senjata. Kami memegang teguh prinsip keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, sehingga tindakan tegas diambil demi melindungi warga dari teror," tutupnya.