Update Harga Sembako Jawa Timur: Fluktuasi Komoditas Pokok Terjadi Hari Ini
Peristiwa 7 jam yang lalujatimnow.com - Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Provinsi Jawa Timur melaporkan adanya dinamika pergerakan harga sejumlah komoditas pangan penting di berbagai pasar tradisional wilayah setempat. Berdasarkan data harian yang dihimpun, fluktuasi harga ini mencakup berbagai barang kebutuhan pokok mulai dari beras, minyak goreng, gula, hingga aneka bumbu dapur.
Pihak pengelola data menyampaikan bahwa pemantauan harga bahan pokok secara berkala ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan serta memantau daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi daerah. Berikut adalah rincian update harga rata-rata sejumlah komoditas sembako di Jawa Timur:
Beras: Komoditas beras terpantau stabil pada kisaran harga rata-rata Rp15.073 per kilogram untuk kategori beras premium, sementara beras medium berada di posisi Rp13.013 per kilogram.
Minyak Goreng: Untuk produk minyak goreng, harga rata-rata minyak goreng curah tercatat di angka Rp20.490 per kilogram. Adapun minyak goreng kemasan sederhana dibanderol sekitar Rp18.809 per liter, dan minyak kemasan premium rata-rata mencapai Rp22.030 per liter.
Gula: Harga komoditas gula kristal putih atau gula pasir dalam negeri terpantau berada pada kisaran rata-rata Rp17.554 per kilogram.
Telur Ayam: Harga telur ayam ras mengalami penyesuaian di tingkat konsumen dengan rata-rata berada pada angka Rp23.972 per kilogram.
Bawang: Komoditas bawang merah tercatat rata-rata dijual seharga Rp27.650 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di kisaran Rp28.581 per kilogram.
Cabai: Untuk kelompok aneka cabai, harga rata-rata cabai merah keriting berada di angka Rp46.638 per kilogram, cabai merah besar sebesar Rp38.391 per kilogram, dan cabai rawit merah tercatat di kisaran Rp58.854 per kilogram.
Pergerakan harga komoditas pangan di Jawa Timur menunjukkan variasi yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor fundamental pasar. Kenaikan harga yang terjadi pada beberapa komoditas tertentu, seperti gula kristal putih dan bawang, umumnya didorong oleh penyesuaian biaya distribusi, faktor cuaca yang memengaruhi masa panen di daerah sentra produksi, serta dinamika permintaan pasar domestik.
Di sisi lain, komoditas seperti beras dan minyak goreng terpantau relatif stabil berkat intervensi pasokan yang terus dijaga oleh pemerintah daerah melalui ketersediaan stok yang memadai di gudang-gudang distributor. Pemerintah daerah terus diimbau untuk memperkuat koordinasi lintas sektoral guna mengantisipasi lonjakan harga lanjutan serta memastikan kelancaran rantai pasok hingga ke tingkat pedagang pasar tradisional.