BMKG Juanda Ungkap Penyebab Hujan di Surabaya meski Belum Tiba Musimnya
Peristiwa 4 jam yang lalujatimnow.com - Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Surabaya dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi gangguan gelombang atmosfer. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memperkirakan Surabaya mulai memasuki musim hujan pada awal Desember 2026.
Ketua Tim Kerja Meteorologi BMKG Juanda, Andrie Wijaya, menjelaskan hujan yang terjadi saat ini berkaitan dengan gangguan gelombang atmosfer yang memicu pertumbuhan awan hujan. Kondisi suhu, kelembapan, dan labilitas udara juga mendukung terbentuknya awan hujan di Surabaya.
“Sejak kemarin hingga hari ini terdapat gangguan gelombang atmosfer di Jawa Timur serta parameter lain seperti suhu, kelembaban dan labilitas udaranya juga mendukung untuk pertumbuhan awan hujan di Surabaya,” ujarnya, Rabu (28/10/2026).
Menurut Andrie, gangguan atmosfer dapat memengaruhi cuaca di wilayah yang cukup luas. Namun, hujan yang terbentuk tetap bergantung pada kondisi atmosfer di masing-masing daerah sehingga tidak selalu turun secara merata.
“Gangguan atmosfer ini memengaruhi secara umum di wilayah Jawa Timur, terbentuk hujan atau tidaknya tergantung kondisi atmosfer skala lokal,” katanya.
Surabaya diprakirakan memasuki musim hujan pada awal Desember 2026. Saat ini, Surabaya dan sekitarnya masih berada dalam masa pancaroba atau peralihan musim. Kondisi tersebut menyebabkan cuaca berubah-ubah, termasuk hujan yang turun di tengah cuaca yang sebelumnya cenderung panas.
“Surabaya prakiraan musim hujannya di awal bulan Desember,” terang Andrie.
Salah satu fenomena atmosfer yang turut meningkatkan potensi hujan adalah gelombang Kelvin. Fenomena ini dapat mendukung pertumbuhan awan Cumulonimbus, yakni awan yang berpotensi menghasilkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, bahkan disertai petir.