Ledakan di Blitar Disebut Berasal dari Ruangan Pondok Pesantren

Rabu, 05 Jun 2019 10:22 WIB
Reporter :
CF Glorian
Polisi menunjukan kantong plastik yang disebut sebagai sumber ledakan

jatimnow.com - Ledakan yang menghancurkan musala dan bangunan pondok pesantren Tarbiyatul Mudtadi'in di Mandesan, Selopuro, Blitar pada Selasa (04/06/2019) malam masih menjadi pertanyaan besar.

Selain menghancurkan bangunan, ledakan yang disebut bersumber pada plastik berisi campuran oksigen dan uap karbit itu juga membuat Mochammad Rifai (12) menderita luka bakar serius hingga 85 persen dan Arbian Safa Maulana (9) mengalami luka ringan.

Lalu bagaimana bisa, ledakan sebesar itu mampu menghancurkan bangunan namun tubuh korban masih utuh?

Baca juga: 5 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Ledakan Petasan di Blitar: 4 Tewas, 1 Buron

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan ada beberapa versi yang menjadi penyebab terjadinya ledakan tersebut. Dari hasil olah TKP, ledakan bermula dari salah satu ruangan di bangunan pondok pesantren Tarbiyatul Mudtadi'in.

Dua pria yang belakangan diketahui bernama Ahmad Masruri dan Muhammad Najiyullah Zein diduga mengisi plastik dengan oksigen dan uap karbit dalam sebuah ruangan di bangunan pondok pesantren Tarbiyatul Mudtadi'in.

Setelah terisi, korban Rifai lalu membawa beberapa kantong plastik ke dalam sebuah kamar lain di salah bangunan pondok. Diduga ruangan tak memiliki cukup ventilasi sehingga membuat uap karbit yang mudah terbakar menguap terakumulasi.

Ada informasi yang menyebut, ledakan terjadi karena ada api dari salah satu pria menyulut rokok. Lalu bagaimana kondisi kedua pria yang kemudian melarikan diri tersebut? Ini juga masih menimbulkan pertanyaan tersendiri.

Baca juga: Jenazah Hancur Korban Ledakan Petasan di Blitar Diserahkan pada Keluarga

Slamet Mutamim, Kepala Dusun setempat menjelaskan, plastik oksigen dan uap karbit akan meledak jika disulut api. Warga setempat sering membuat mercon plastik ini karena dinilai lebih praktis dan suara yang dihasilkan lebih keras dibanding mercon biasa.

\

"Kalau biasanya ditaruh di jalan, terus disulut agak jauh. Tapi ini kok lebih keras dari biasanya," kata Slamet.

Lalu bagaimana dengan tubuh korban yang mengalami luka bakar 85 persen namun masih utuh saat ledakan terjadi?

Ledakan ini hampir mirip dengan kejadian ledakan kebocoran selang tabung gas elpiji. Saat selang bocor, gas yang mudah terbakar akan menguap dan bertahan dalam ruangan terlebih jika tak memiliki cukup ventilasi. Sehingga jika ada benda yang memantik api akan terjadi ledakan.

Baca juga: Jejak Perakitan dan Potongan Tubuh dalam Ledakan Petasan di Blitar

Jika ada orang dalam ruangan elpiji meledak akan mengalami luka bakar, sedangkan ruangan akan porak-poranda. Jika diteliti, ada sedikit kesamaan hal itu dengan kejadian di Blitar. Yakni, sumber ledakan diduga berasal dari salah satu kamar saat Rifai menaruh kantong plastik berisi campuran oksigen dan uap karbit tersebut.

Berbagai spekulasi tentang ledakan mercon plastik ini terus bergulir liar. Polisi saat ini tengah intensif melakukan penyelidikan terkait penyebab ledakan serta mengejar dua pria yang membuat mercon plastik tersebut.

"Hasil olah TKP sementara, ledakan berasal dari kantong plastik berisi campuran oksigen dan uap karbit. Namun penyebabnya masih dalam penyelidikan," ujar Kasatreskrim Polres Blitar, AKP Sodik Effendi.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Blitar

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler