Polisi Tembak Mati Begal Sadis di Surabaya

Rabu, 10 Jul 2019 17:35 WIB
Reporter :
Farizal Tito
Kombes Pol Sandi Nugroho, AKBP Sudamiran dan Tim Jatanras membeberkan foto begal sadis dan pisau penghabisan

jatimnow.com - Satu lagi, penjahat di Surabaya tewas di tangan polisi karena melawan saat ditangkap. Bandit sadis ini merupakan pelaku pencurian dengan kekerasan yang biasa beraksi di beberapa TKP di Surabaya.

Bandit jalanan itu diketahui bernama Zainul Fanani (32) warga asal Dusun Nambangan, Desa Ngimbang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Ia tertembus peluru Tim Unit Jatanras Polrestabes Surabaya yang dipimpin Iptu Tio Tondy dan Iptu Sutrisno.

Fanani diburu setelah teridentifikasi melakukan perampasan pada 27 Juni 2019 lalu di Jalan Darmo Permai Selatan Gang 11, Surabaya. Ia merampas barang milik Inggriani, warga setempat.

Baca juga: Begal Bacok Dua Pemuda di Pasuruan Usai Gagal Rampas HP

Diburu hampir dua pekan, Fanani rupanya licin dan pandai mengelabuhi polisi. Hingga akhirnya pada Rabu (10/7/2019) sekitar pukul 12.30 Wib, Fanani melintas di Jalan Made, kawasan Citraland, Surabaya.

"Saat itu, Tim Jatanras sedang melakukan kring serse di wilayah Surabaya barat dan melihat yang bersangkutan (Fanani) melintas, sehingga dilakukan pembuntutan," kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho didampingi Kasatreskrim AKBP Sudamiran serta Kanit Jatanras Iptu Giadi Nugraha, di Kamar Mayat RSU dr Soetomo, Surabaya.

Baca juga: Modus Komplotan Begal Sadis Perampas Motor di Pasuruan, Tuduh Korban Selingkuh

Saat dibuntuti itulah, Fanani sadar dan menggeber motornya. Hingga di Jalan Raya Made, laju motornya berhasil dihentikan Tim Jatanras. Namun, Fanani menendang anggota dan kabur. Tembakan peringatan ke udara dua kali tidak dihiraukannya.

\

"Tersangka malah mengeluarkan senjata tajam dan menyabetkan ke arah anggota. Karena membahayakan nyawa anggota, terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur (tembak) terhadap tersangka," jelas Sandi.

Baca juga: Begal Sadis yang Bacok Pemuda Rembang Pasuruan Ditangkap

Setelah melumpuhkan perlawanan Fanani dengan tembakan, Tim Jatanras kemudian membawa Fanani ke rumah sakit, tapi ia meninggal dunia dalam perjalanan. Sehingga jasadnya langsung dibawa ke Kamar Mayat RSU dr Soetomo, Surabaya.

Dari catatan kepolisian, Fanani sudah beraksi 6 kali sepanjang Maret hingga Juni 2019 di beberapa TKP di Surabaya. Bersama tersangka disita puluhan barang bukti, salah satunya motor Honda Beat yang terpasang nomor polisi palsu.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler