Komplotan Pembobol Gudang Antar Kota Diringkus, Dua Pelaku Ditembak

Senin, 23 Sep 2019 18:29 WIB
Reporter :
Achmad Supriyadi
Dua dari tiga orang komplotan pembobol gudang ditembak Tim Resmob Satreskrim Polres Mojokerto

jatimnow.com - Dua dari tiga orang komplotan pembobol gudang yang diringkus, dilumpuhkan polisi dengan tembakan. Ketiga pelaku ini diburu setelah teridentifikasi membobol 18 gudang di sejumlah kota di Jawa Timur, termasuk 10 TKP di Mojokerto.

Ketiga pelaku diringkus Tim Resmob Satreskrim Polres Mojokerto. Ketiganya yaitu Agus Hariyanto (49), warga asal Dusun/Desa Pojok, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo yang tinggal di Desa Katemas, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang.

Kemudian Muhammad Toheri (44), warga asal Desa Krampon, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang dan Harso (37), warga Dusun Banyuasin, Desa Kromong, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang.

Baca juga: Pengakuan Wanita Hamil yang Terlibat Pencurian Motor di Surabaya

Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno mengatakan, ketiga pelaku merupakan pelaku lama dan sudah beraksi di berbagai tempat di Jawa Timur.

Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyantno dan Kasatreskrim AKP MS Ferry membeberkan barang bukti komplotan pembobolan gudang

Baca juga: Komplotan Maling Bobol Rumah di Kediri, Gondol HP hingga Tabung Elpiji

"Pelaku ini lintas kabupaten dan kota. Ada 18 TKP di 7 kabupaten di Jawa Timur. 10 TKP di Kabupaten dan Kota Mojokerto," terang Setyo, Senin (23/9/2019).

\

Setyo menambahkan, karena pelaku melakukan perlawanan saat ditangkap, kedua di antaranya terpaksa diberikan tindakan tegas terukur dengan tembakan di bagian kaki.

"Sasarannya gudang-gudang yang menyimpan barang logistik. Gudang yang dibobol terakhir yaitu Gudang Indomarco, gudang logistiknya Indomaret. Mereka mengambil barang-barang yang mudah dijual seperti rokok," beber mantan Kapolres Pacitan ini.

Baca juga: Tampang Wanita Hamil yang Terlibat Pencurian Motor di Surabaya

Modus operandi yang dilakukan ketiga pelaku yaitu dengan cara menjebol tembok gudang seukuran badan lalu masuk dan mengambil barang-barang yang mudah dibawa serta dijual.

"Pengakuannya pelaku beroperasi sejak tahun 2017. Pelaku ada yang residivis, hasil yang bisa didapat kelompok ini sekali beraksi, sekitar Rp 15 juta," pungkasnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Mojokerto

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler