jatimnow.com - Suasana Musholla Nurul Huda di Dusun Bangun, Desa Bangun, Kecamatan Pungging, tampak lebih riuh dari biasanya pada Minggu pagi (4/1/2026). Puluhan santri dari berbagai Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) berkumpul bukan hanya untuk mengaji rutin, melainkan untuk menguji nyali dan hafalan mereka dalam ajang MHQ 2026 (Musabaqoh Hifdzil Qur’an).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Bangun ini menjadi oase di tengah gempuran digitalisasi yang menyasar anak-anak.
Melalui lomba hafalan Juz 30 (Juz Amma), GP Ansor berupaya mendekatkan Al-Qur’an ke jantung kehidupan generasi muda sekaligus memperingati Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-103.
Ketua GP Ansor Ranting Desa Bangun, Rahmad Fadloli, menyatakan bahwa acara ini berangkat dari keinginan untuk memberikan panggung nyata bagi para santri.
Menurutnya, anak-anak membutuhkan ruang apresiasi agar mereka bangga terhadap identitasnya sebagai pembelajar Al-Qur’an.
"Semangat kami bukan sekadar mencari siapa yang paling lancar hafalannya. Ini tentang membangun karakter, melatih adab, dan memupuk keberanian tampil di depan publik sejak dini," ujar Rahmad di sela-sela acara.
Panitia merancang MHQ 2026 dengan format yang edukatif. Ketua Panitia, Ustad Abdul Adzim, menjelaskan bahwa setiap peserta mendapatkan perlakuan yang mendorong pertumbuhan mental.
Kedisiplinan berpakaian dan tata krama saat berada di atas panggung menjadi poin penilaian yang tidak terpisahkan dari kualitas hafalan.
"Kami ingin anak-anak pulang membawa kenangan indah. Menang atau kalah, mereka sudah belajar soal disiplin dan bagaimana menjaga amanah hafalan melalui muroja'ah yang konsisten," tutur Abdul Adzim.
Baca juga:
600 Ponpes dalam Bahaya! Menag Ungkap Data Rawan Tinggi, Ini Instruksi Prabowo
Menariknya, GP Ansor tidak hanya memberikan apresiasi berupa piala dan uang pembinaan bagi para juara. Mereka juga menyiapkan kejutan bagi para guru pendamping. Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang literasi Al-Qur’an di desa.
Bahkan, bagi para pemenang yang menduduki podium satu hingga tiga, GP Ansor berkomitmen untuk mengawal mereka hingga ke kompetisi tingkat provinsi.
"Seluruh akomodasi dan biaya akan kami tanggung. Kami ingin potensi dari desa ini punya jalur prestasi yang jelas," tambah Abdul Adzim.
Pelaksanaan MHQ ini juga menjadi bukti kuatnya ekosistem gotong royong di Desa Bangun. Muhammad Kholid Basyaiban, Bendahara sekaligus Tim Media GP Ansor Bangun, menyebutkan bahwa pendanaan dan logistik acara terkumpul berkat dukungan warga dan para pendidik.
"Memuliakan Al-Qur'an adalah investasi jangka panjang untuk desa kami. Lewat publikasi yang luas, kami berharap semangat ini menular ke wilayah lain," kata Kholid.
Baca juga:
Ratusan Santri Pamekasan Semringah Terima Mushaf Al-Qur'an Baru
Nada optimis juga disampaikan oleh Gus H. Muhammad Izzul Kahfi dalam ceramahnya. Ia mengingatkan bahwa keamanan dan keberkahan sebuah wilayah bermula dari akhlak penduduknya.
"Menghidupkan Al-Qur'an harus dimulai dengan kegembiraan. Saat anak-anak merasa senang belajar agama karena lingkungannya mendukung, maka desa akan dijaga oleh keberkahan," pesannya.
Acara yang berlangsung sejak pagi ini ditutup dengan pengajian umum dan Gebyar Penyerahan Hadiah pada malam harinya.
Bagi warga Desa Bangun, MHQ 2026 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan langkah nyata menjaga tradisi mengaji tetap hidup di tengah arus zaman.
URL : https://jatimnow.com/baca-81571-ikhtiar-gp-ansor-bangun-cetak-generasi-qurani-melalui-mhq-2026