Istri Bupati Nur Arifin Ajak Perempuan Trenggalek Jadi Agen Perubahan

Senin, 09 Des 2019 17:06 WIB
Reporter :
Bramanta Pamungkas
Seminar perempuan peringati Hari Ibu di Trenggalek

jatimnow.com - Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini Mochamad mengajak ibu-ibu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Menurut istri Bupati Nur Arifin ini, perempuan menempati posisi sentral dalam keluarga. Pesan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam seminar perempuan memperingati Hari Ibu di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Senin (9/12/2019).

"Kami mencoba membuat acara dimana isinya mengenai penguatan perempuan yang memegang posisi sentral. Seperti kepala desa, camat dan yang lainnya, semuanya hadir di sini. Kemudian juga para pengusaha yang ada di desa semuanya hadir, yang tujuannya untuk menjadi agen perubahan," kata Novita lulusan sarjana ekonomi ini.

Baca juga: Hari Ibu, ASN dan Pegawai Pemkab Lamongan Ngantor Berbusana Kebaya

"Ada beberapa materi yang disampaikan, mulai Ibu Sri Wahyuni Direktur Women Crisis Center mengenai peran perempuan dalam pembangunan, Herdina Indrijati terkait dengan parenting dan saya sebagai Ketua Puspa dalam penguatan Sepeda Keren," imbuhnya.

Ia berharap, semua yang hadir bisa menjadi agen perubahan masyarakat dengan membantu para mentor Sepeda Keren untuk mengubah paradigma masyarakat di desa, khususnya untuk melihat peluang yang bisa dilakukan melalui peran perempuan.

Menurutnya, Puspa dalam hal ini berperan mengoptimalkan peran Dinas Sosial, visi misi Kepala Daerah, non govermen sehingga semua berkumpul menjadi satu untuk konsen terhadap pemberdayaan manusia.

Baca juga: Peringatan Hari Ibu di Ponorogo, Bupati hingga Kapolres Berlenggak-lenggok di Atas Catwalk

"Apa yang terjadi di Trenggalek masih sama dengan daerah lainnya. Angka stunting masih tinggi, pernikahan dini dan masih banyak yang lainnya. Masalah-masalah seperti ini perlu kita pecahkan bersama, tentunya dengan dukungan dari semua pihak," ujarnya.

\

Menurut istri Bupati Trenggalek ini, pernikahan dini merupakan pintu permasalahan dan udara bagi kemiskinan.

Karena esensi pernikahan bukan perkara halal dan di dalamnya harus ada cinta dan tanggung jawab, yang mungkin belum matang pada usia-usia belia.

Baca juga: Tanggapan Pemkab Sidoarjo, Menghias Kue jahe, Jaga Ketahanan Pangan

Bovi Villa, aktivis KOMPAK yang menjadi moderator dalam kegiatan ini menyebutkan bahwasanya cita-cita Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek adalah penguatan peran perempuan di tengah masyarakat baik dalam perekonomian maupun pembangunan.

Oleh karena itu Kabupaten Trenggalek telah mendirikan rumah perempuan yang isi didalamnya ada Sepeda Keren dan Musrena Keren.

"Bila perempuan memiliki penghasilan lebih dominan akan dikembalikan kepada keluarga," katanya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Trenggalek

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler