Pilwali Surabaya 2020

DPP PDIP Diminta Tidak Beri Tiket Orang Bermasalah Terhadap Partai

Selasa, 11 Agu 2020 14:06 WIB
Reporter :
Budi Sugiharto, REPUBLIKA.co.id
PDIP

jatimnow.com - DPP PDIP diminta untuk memberikan rekomendasi kepada siapapun yang tidak bermasalah dengan aset partai. Karena jika tidak, dinilai akan menjadi preseden buruk.

Permintaan itu disampaikan oleh mantan Ketua DPC PDIP Surabaya, Saleh Ismail Mukadar.

"Menurut saya DPP harusnya tidak memberikan rekom kepada siapapun yang masih bermasalah dengan aset milik partai karena itu merupakan preseden buruk dalam pendidikan kader ke depan," kata Saleh, Selasa (11/8/2020).

Baca juga: Machfud Arifin Ikhlas dan Doakan Eri Cahyadi-Armudji

PDIP umumkan rekomendasi tahap ketiga untuk calon kepala daerah di Indonesia. Namun tidak untuk Kota Surabaya, rekomendasi calon wali kota dan wakil wali kota belum diumumkan oleh DPP PDI Perjuangan.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi menyerukan kader partai untuk memperkuat solidaritas menjelang bergulirnya kontestasi Pilkada serentak 2020.

Menurutnya solidaritas perlu dibangun dalam upaya memenuhi target kemenangan yang telah ditetapkan DPP PDI Perjuangan yakni 13 kemenangan dari 19 daerah di Jatim yang mengikuti Pilkada serentak 2020.

"Target Ibu Ketua Umum (Megawati Soekarnoputri) kita kan harus memenangkan 13 daerah dari 19 daerah. Ini luar biasa. Untuk bisa menang maka syaratnya solid," ujar Kusnadi seusai penyerahan rekomendasi calon kepala daerah dan wakil kepala daerah tahap ketiga di Kantor DPD PDIP Jatim, Jalan Kendangsari, Surabaya, Selasa (11/8).

Kusnadi menjelaskan, yang dimaksud meningkatkan solidaritas adalah dengan cara menyatukan pikiran, perasaan, dan gerakan.

 Karena, kata dia, dari semua pasangan calon yang direkomendasikan, tidak ada satu pun yang menginginkan kekalahan. Apalagi, yang dipertaruhkan pada kontestasi tersebut adalah nama baik partai.

"Jangan berkata solid kalau belum bisa menyatukan itu (menyatukan pikiran, perasaan, dan pergerakan). Yang kita pertaruhkan saat ini adalah nama baik partai. Bukan nama baik siapa pun, dan itu ada pada pundak kita semua," ujar Kusnadi.

Baca juga: Kuasa Hukum MAJU Sayangkan Dana Kampanye Erji Nol Rupiah Tak Ditindak

Kusnadi juga meminta kadernya untuk memulai merencanakan pola gerakan untuk sebesar-besarnya mengambil simpati masyarakat.

\

Menurutnya, simpati masyarakat tersebut akan melahirkan kecintaan masyarakat kepada calon yang diusung. Sehingga nantinya masyarakat akan memilih pasangan yang diusung tersebut.

PDI Perjuangan kembali mengeluarkan rekomendasi bakal pasangan calon kepada daerah dan wakil kepala daeeah yang akan berkontestasi pada Pilkada serentak 2020 di Jawa Timur.

Pada tahap ketiga ini, ada lima bakal pasangan kepala daerah yang diumumkan. Yakni Tuban, Gresik, Banyuwangi, Lamongan, dan Ponorogo.

Pada Pilkada Tuban, rekomendasi PDI Perjuangan turun kepada pasangan Setiajit-Armaya Mangkunegara. Sementara untuk Gresik ada pasangan Fandi Ahmad Yani-Aminatun Habibah, Banyuwangi Ipuk Fiestiandani-Sugirah, Lamongan Kartika Hidayati-Saim, dan Ponorogo Sugiri Sancoko-Lisdyarita.

Baca juga: Kuasa Hukum MAJU Sebut Keterlibatan Risma Telah Terungkap dalam Sidang

Artinya PDI Perjuangan sudah menurunkan rekomendasi untuk 14 kabupaten/ kota yang akan berkontestasi pada Pilkada serentak 2020 di Jatim. Sehingga kini, tersisa lima daerah peserta Pilkada serentak di Jatim yang belum diumumkan PDIP. Yakni Surabaya, Situbondo, Sidoarjo, Jember, dan Pacitan.

 

Lihat Artikel Asli

DisclaimerBerita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler