Padi Hasil Wakaf Sawah Produktif di Kabupaten Mojokerto Dipanen

Sabtu, 10 Apr 2021 11:52 WIB
Reporter :
Achmad Supriyadi

jatimnow.com - Padi 500 hektar sawah yang menggunakan dana wakaf dari Global Wakaf-ACT, Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (YP3I) dan Gema Petani di Dusun Tumpangsari, Desa Jiyu, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto dipanen.

Panen padi jenis HMS700 melalui pengelolaan Wakaf Sawah Produktif (WSP) itu dihadiri Ketua MUI Pusat KH Miftachul Akhyar, Presiden ACT Ibnu Khajar, Ketua Pembina YP3I KH Mahfudz Syaubari, Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan, Kapolsek Kutorejo AKP Heri Susanto dan Kepala Dinas Pertanian, Teguh Gunarko.

Waktu pemeliharaan, petani juga diberi biaya dan akses mendapat pupuk sehingga kualitas padi terjaga serta hasil yang maksimal.

Baca juga: Tradisi Ngasak di Probolinggo, Berkah Panen Padi saat Harga Beras Mahal

Gabah yang dipanen akan dibeli oleh ACT dengan harga terbaik untuk dibagikan bagi warga prasejahtera selama bulan ramadan lewat Gerakan Sedekah Pangan Ramadhan (GSPR) atau aksi-aksi kemanusiaan lainnya.

Panen ini membuktikan jika wakaf bisa menjadi penggerak dalam menyejahterakan petani dan menjadi oase di waktu isu rencana impor beras yang bisa mengancam penyerapan hasil para petani.

"Kami sampaikan bahwa kita menghargai jerih payahnya kita menghargai hasilnya. Kita bertekad memperjuangkan kesejahteraan para petani. Niat dan semangat besar itu dimulai dari panen raya pertama di Jatim yang dibiayai wakaf," kata Presiden ACT, Ibnu Khajar, Sabtu (10/4/2021).

Baca juga: Dampingi Mentan di Tuban, Gubernur Khofifah Ajak Wujudkan Kedaulatan Pangan Indonesia

Ia menambahkan, gabah yang dipanen akan dibeli ACT dengan harga lebih dari pasaran karena melihat besarnya peran petani dalam produksi pangan.

\

"Kita beli selalu lebih tinggi Rp 200 dari pasar, supaya petani lihat bahwa kita menghargai jerih payahnya kita menghargai hasilnya karena pertanian adalah pondasi kehidupan di dunia ini. Jika harga pasar Rp 4500 kita beli dengan harga Rp 4700," ungkapnya.

Ketua Pembina YP3I KH Mahfudz Syaubari menjelaskan, panen merupakan hal yang ditunggu bagi petani dan suatu yang membahagiakan karena padi yang ditanam dapat bermanfaat bagi dirinya juga untuk kemaslahatan umat.

Baca juga: Sawah Belum Panen dan Gabah Mahal, Berdampak Harga Beras di Tulungagung Naik

"Petani bahagia karena padi yang ditanam bisa dipanen serta berguna untuk menolong warga yang membutuhkan, kelaparan serta kemaslahatan umat," pungkasnya.

Perlu diketahui, sawah yang dipanen total sekitar 9 hektar dengan hasil 110 ton yang berada di Mojokerto, Pasuruan, Malang, Ponorogo, dan Sidoarjo dalam program Wakaf Sawah Produktif juga masuk masa panen.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Mojokerto

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler